We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
ARTI
  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Apr 28, 2024
WpInfo
Non-Fiction
Dulu aku sangat antusias sekali membahas tentang kelulusan dan hendak kemana aku melanjutkan cita-citaku. Aku selalu punya rencana tanpa melibatkan keridhoan Tuhan.Karena aku percaya bahwa tuhan akan menyertai langkahku dengan sejuta ekspetasiku. Aku selalu berusaha untuk menjadi versi terbaik dari diriku sendiri. Meski banyak yang bilang bahwa aku tak layak punya masa depan. Aku percaya bahwa tuhan akan memberikan ku jalan sesuai dengan sabda rasul barang siapa bersungguh-sungguh dia akan berhasil.Berbagai macam hinaan aku terima dengan ikhlas. Namun,tuhan tak berpihak padaku.Banyak perkuliahan yang menolakku.Ku coba melamar pekerjaan tapi tiada juga yang menerima.Aku bingung,harus bagaimana? Dan berakhir aku membantu ibu di pasar berjualan di pasar.Sungguh malu,aku jadi beban keluarga.Hinaan dari orang-orang pesantren nyata terjadi padaku. Oh tuhan,sungguh tidak adil bagiku. Bagaimana dengan ketaatan ku selama ini apakah tidak bisa setimpal dengan harapan yang telah ku susun rapi?lalu untuk apa aku disini? jika aku tak berguna sama sekali.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Jejak Luka Di Bawah Langit Senja
  • Perjalanan Cintaku...
  • ADDICTED
  • Al Fahri
  • DEAR VALENZIO! [TERBIT]
  • Takdir cinta berawal masjid ( TAMAT )
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • The Love Story" Kurus & Mancung"
  • Izinkan Aku Untuk Berubah
  • My Crush My Husband (ON GOING)✨

Aku pernah melangkah penuh percaya diri di kampus negeri, di mana mimpi-mimpi sederhana terasa seolah sudah ada di ujung tangan. Aku aktif, dikenal, dan percaya bahwa masa depan yang cerah hanyalah soal waktu. Tapi ketika ibu pergi, semuanya runtuh tanpa ampun. Sunyi menyelimuti rumah yang dulu penuh tawa, tabungan menguap seperti angin, dan Jati diri terhempas jauh melayang lalu sirna bersama rasa kecewa, Ayah terdiam dalam kebingungan, kehilangan arah yang dulu ia genggam erat. Aku yang muda, yang seharusnya berlari mengejar mimpi, terjerat oleh tanggung jawab yang terlalu berat untuk dipikul sendiri. Aku berhenti kuliah, bukan karena kehilangan semangat, tapi karena harus memilih, melanjutkan mimpi yang kian menjauh, atau bertahan untuk keluarga yang runtuh. Hari-hariku berlalu begitu saja, menampung lelah yang tak selalu terlihat, dan pertanyaan tanpa jawaban yang terus menghantui kenapa dunia ini tak selalu berpihak pada mereka yang berjuang paling keras? Aku merangkai kekuatan dari serpihan kehilangan, menenun harapan dari kegelapan yang pekat. Aku berdiri, walau rapuh, karena menyerah bukanlah bagian dari ceritaku. Perjalanan ini belum selesai, dan aku tahu, langkahku harus terus berlanjut, meski dunia kadang membelakangi dan meninggalkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines