COrdEs

COrdEs

  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 30, 2024
Saya tak pernah menyangka, menyelinap masuk kedalam kamar yang selama ini tidak pernah dihuni sebelumnya, membuat saya mengetahui kisah dibalik lukisan yang saya lihat diruangan ayah 12 tahun yang lalu. Juga arti dibalik La vie est belle ( hidup itu indah ) yang mendiang ibu saya ukir di sapu tangan saya, sejujurnya saya tidak tau siapa ibu saya yang sebenarnya. Karena beberapa kali saya dibuat bingung dengan nama dua orang perempuan yang pernah hadir di hudup ayah.
All Rights Reserved
#225
band
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Selamat Tinggal
  • STARTING TO GET OBSESSED
  • Perpindahan Dimensi Sang Penulis
  • May I Love You?
  • SINGASARI, I'm Coming! (END)
  • As Possible
  • Aksara Bercerita
  • Midnight Love
  • Mahkota Malam

Beberapa luka tak berdarah, tapi mengalir seumur hidup. Samantha Aksa tumbuh dalam rumah yang sepi, diiringi senyap gitar yang tak lagi bersuara, dan kenangan ayah yang pergi sebelum sempat dimaafkan. Ibunya menyerah pada duka, meninggalkannya bersama sunyi yang tak pernah ia minta. Lalu hadir Bu Dina-seorang guru dengan tatapan yang mengingatkan pada masa lalu, dan Luna-sahabat lama yang kembali seperti musim yang enggan pergi. Di antara balkon sekolah, langit jingga, dan nyanyian yang tak rampung, Sam berusaha memungut dirinya sendiri, yang tercecer di antara kehilangan dan harapan. Ini bukan tentang cinta semata, atau tentang musik yang kembali dimainkan. Ini tentang perjalanan berdamai: dengan masa lalu, dengan orang-orang yang tinggal lalu pergi, dan terutama... dengan diri sendiri. Karena tak semua kehilangan harus dilupakan. Beberapa hanya perlu diberi nama, dipeluk, dan akhirnya-dilepas, pelan-pelan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines