Story cover for FRIEND by desiaim
FRIEND
  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Apr 29, 2024
Jamal yang sudah memantau setiap pergerakan Rara, pemuda aneh itu. Ialah pemuda yang sudah menargetkan Rara untuk jadi istrinya. 

"Kamu gak mau nikah buru-buru kan? Ya udah kita nyicil buat anak dulu kalo gitu."

"Apa?"
All Rights Reserved
Sign up to add FRIEND to your library and receive updates
or
#903watty
Content Guidelines
You may also like
Sailing With You [END] by veyanaardiani
65 parts Complete
Perjalanan kisah cinta Gara seorang naval architect muda dengan Arunika mahasiswi magang yang bekerja membantunya. Siapa sangka pertemuan takdir itu mengungkap kisah masa lalu yang dipenuhi kesalahpahaman. Akankah bahtera Gara dan Arunika bisa terus berlayar di antara badai yang menerjang ? ..... Ceklek Sontak Gara menoleh. Dengan panik dia berlari namun naas kakinya tergelincir cairan licin di lantai. Tubuh Gara oleng tak seimbang namun dia berhasil menstabilkannya dengan gerakan reflek yang ia lakukan. Arun berkedip-kedip melihat pemandangan di depannya. Dia memang tak asing melihat cowok bertelanjang dada. Ardi sepupunya selalu begitu saat di rumah ketika gerah. Begitupun teman-temannya saat di kelas sehabis pelajaran olah raga. Tapi yang ia lihat kini Gara. Suaminya. Yang masih untouchable. "Mas Gara ngapain nari sambil handukan gitu ?"ceplos Arun menyembunyikan debaran di balik ekspresi heran. "Hah ?! Aku nggak lagi nari, Arun. Ini hampir jatoh" What the hell !!! nari ? Arun ngira gue nari ?! Masa gue tadi gemulai ? Padahal kehormatannya sebagai suami hampir di ujung tanduk begitu. Untung saja dirinya tidak jatuh tengkurap di hadapan Arun. Syukurlah hari ini masih bisa jaim (jaga image) "Oh.." Arun tak ambil pusing dan berjalan mengambil alat pelnya. ..... "Nama urus belakanganlah. Cari ukurannya dulu. Dihitung dirancang dulu. Baru dikasih nama." "No !!! Nggak bisa gituu. Bagi gue kapal itu udah kaya anak. Jadi ya kasih nama dulu baru dirawat dan dibesarkan sepenuh hati" terang Shofi. "Ya kan sebelum anak lahir lo harus bikin dulu. Ngidam dulu. Lahiran dulu. Baru dikasih nama" "Hmmmm....begitu ya" Shofi manggut-manggut membenarkan perkataan Arun. "Eiiiits....bentar-bentar. Bikin dulu ?! Ngidam dulu ?!" Ulang Shofi. "Tumben lo ikutan gak jelas nanggepin metafora gue" heran Shofi. Arun tersadar. Mengalihkan pandangannya dari buku dan menatap lurus Shofi di depannya. "Iya juga." jawabnya singkat dan meneruskan kembali bacaannya dengan cuek.
Ineffable [HunRene] by velvetmaniac
31 parts Complete Mature
(Adult) Hidupnya baik-baik saja. Berkecukupan dan memiliki apapun yang dia butuhkan. Berbeda dengan sifat dan siasat yang hatinya pilih. Dia berantakan, segala yang bersangkutan dengannya penuh kesalahan. Dari mulai penampilan liar dan nakalnya, kehidupan malamnya yang bebas, dan hubungannya dengan para pria pencari kenikmatan. Bae Joohyun. Namanya itu. Gadis yang memiliki perawakan cantik dan anggun tersebut terlihat sempurna. Ia hampir memiliki segalanya. Dari mulai pekerjaan, karir, harta, orang tua, dan teman. Tapi satu yang selama ini tidak pernah terbelit di otaknya... Cinta, atau apapun itu yang memiliki hubungan ikatan batin sepenuh hati. Joohyun benar-benar membencinya. Benar-benar tidak bisa mempercayainya, benar-benar sungguh meremehkannya. Hingga di pertengahan alur hidupnya, ia mendapatkan kejadian yang berhasil mempertemukannya dengan seorang pria pengubah seluruh perspektif akan kehidupannya yang selama ini ia jalani. Semenjak itu kehidupannya jatuh berbalik dengan apa yang sudah ia susun dari dulu. Dari mulai orang tua, keluarga, dan teman dekatnya selalu memaksanya untuk memilih hal yang berkebalikan dengan keinginannya. Batin dan fisik bermain. Jiwa dan otaknya berperang. Semua itu karena satu nama yang sungguh ia benci setengah mati. Oh Sehun. Joohyun membencinya dan ingin selalu membencinya. Ia bersumpah demi apapun yang ada di semesta alam, bahwa tidak akan pernah sekalipun dirinya terjatuh untuk pria semacam itu. ***** "Aku lesby, jadi cari wanita lain saja." Dia mengatakannya, secara terang-terangan bermaksud agar lelaki didepannya ini menyerah saja untuk semua yang dipertaruhkan. "Seminggu lalu aku melihatmu berciuman dengan pria." Joohyun membuang pandangan lelahnya kesamping. "Kau mungkin tidak akan percaya, tapi aku sudah tidak perawan." "Kalau begitu buktikan setelah kita menikah." "Sebenarnya apa sih maumu brengsek?!" "Menikah dan jadilah istriku."
You may also like
Slide 1 of 8
Sailing With You [END] cover
Silent, Please! (Re-up) cover
𝗕𝗲𝗮𝘂𝘁𝗶𝗳𝘂𝗹 𝗞𝗮𝗿𝗺𝗮 (END)  cover
Midnight Love cover
My Sweetest Popcorn cover
Sekali Lagi, Please! cover
Ineffable [HunRene] cover
Friend Zone ! [END] cover

Sailing With You [END]

65 parts Complete

Perjalanan kisah cinta Gara seorang naval architect muda dengan Arunika mahasiswi magang yang bekerja membantunya. Siapa sangka pertemuan takdir itu mengungkap kisah masa lalu yang dipenuhi kesalahpahaman. Akankah bahtera Gara dan Arunika bisa terus berlayar di antara badai yang menerjang ? ..... Ceklek Sontak Gara menoleh. Dengan panik dia berlari namun naas kakinya tergelincir cairan licin di lantai. Tubuh Gara oleng tak seimbang namun dia berhasil menstabilkannya dengan gerakan reflek yang ia lakukan. Arun berkedip-kedip melihat pemandangan di depannya. Dia memang tak asing melihat cowok bertelanjang dada. Ardi sepupunya selalu begitu saat di rumah ketika gerah. Begitupun teman-temannya saat di kelas sehabis pelajaran olah raga. Tapi yang ia lihat kini Gara. Suaminya. Yang masih untouchable. "Mas Gara ngapain nari sambil handukan gitu ?"ceplos Arun menyembunyikan debaran di balik ekspresi heran. "Hah ?! Aku nggak lagi nari, Arun. Ini hampir jatoh" What the hell !!! nari ? Arun ngira gue nari ?! Masa gue tadi gemulai ? Padahal kehormatannya sebagai suami hampir di ujung tanduk begitu. Untung saja dirinya tidak jatuh tengkurap di hadapan Arun. Syukurlah hari ini masih bisa jaim (jaga image) "Oh.." Arun tak ambil pusing dan berjalan mengambil alat pelnya. ..... "Nama urus belakanganlah. Cari ukurannya dulu. Dihitung dirancang dulu. Baru dikasih nama." "No !!! Nggak bisa gituu. Bagi gue kapal itu udah kaya anak. Jadi ya kasih nama dulu baru dirawat dan dibesarkan sepenuh hati" terang Shofi. "Ya kan sebelum anak lahir lo harus bikin dulu. Ngidam dulu. Lahiran dulu. Baru dikasih nama" "Hmmmm....begitu ya" Shofi manggut-manggut membenarkan perkataan Arun. "Eiiiits....bentar-bentar. Bikin dulu ?! Ngidam dulu ?!" Ulang Shofi. "Tumben lo ikutan gak jelas nanggepin metafora gue" heran Shofi. Arun tersadar. Mengalihkan pandangannya dari buku dan menatap lurus Shofi di depannya. "Iya juga." jawabnya singkat dan meneruskan kembali bacaannya dengan cuek.