Sky mengira hidupnya klise, tak bermakna. Anak konglomerat yang kurang kasih sayang dan dituntut untuk jadi nomor satu di sekolah, seperti cerita-cerita novel. Tugasnya hanya satu, belajar, agar bisa merebut posisi peringkat pertama di kelas unggulan Maratungga, menggeser rival tengil yang menyebalkan, Kai. Hidupnya belum cukup tersiksa karena ia juga menghadapi perundungan verbal dari cowok bermental pembuli di kelas, Rigel. Sky tak pernah mengira bahwa penderitaan hidupnya masih akan bertambah dengan penemuan mayat yang menggantung di kelas, dan ia yang jadi tersangka utama pembunuhannya!
Mau tidak mau, perjalanan menemukan pembunuh akan dimulai. Ditemani ketua kelas, Auriga, dan kemunculan gadis manis di hidupnya, Aluna, serta kebenaran tentang keluarganya yang sedikit demi sedikit terbuka, Sky merasa kisahnya tak lagi tanpa makna.
Bersama-sama, mereka menyibak rangkaian benang merah yang menyambungkan masa lalu mereka sampai membuat bahaya menyapa di ujung mata.
PERINGATAN!
Cerita ini mengandung adegan kekerasan dan konten sensitif. Bijaklah dalam membaca. Anak di bawah umur diharapkan jangan mampir. Terima kasih!
All Rights Reserved