Isaac Aeron | Dyvna Ellyse Kehidupan membenci diri, si maut menolak untuk menerima walhal nyawa sudah dia tawarkan, dipaksa hidup di ambang dua alam yang merobek jasad dan jiwa. Dia pasrah, dia rela. Andai semesta ingin menghukumnya, andai hidup ingin menyeksanya, andai maut ingin dia menderita. Biarkan sahaja. Apa saja asal beban yang menghimpit di dada akan lenyap bersama waktu. "Jangan hukum diri sendiri dengan rasa bersalah yang tak kau pilih, Dyvna. The pain you carry... it's not your fault." - Aeron Kehadiran jejaka sempurna dalam ketidaksempurnaan hidupnya itu mengubah diri yang dahulunya kelam, kini menemui secercah sinar. Namun, bayangan masa lalu terus menghantui, bagai kegelapan yang menelan senja pada bila-bila masa. Saat itulah dia sedar... Dia tidak layak bahagia bersama insan yang menjanjikan langit untuk senja. "Senja milik langit, dan aku akan menjadi langit yang selama-lamanya memilih senja."
More details