"Hidup kita hanya sebuah pilihan mati dalam kehormatan atau mati sebagai pecundang."
Jati tumbuh dengan trauma masa lalu yang pahit. Di tengah deru peluru kompeni dan teriakan merdeka, ia menemukan Ningrum-seorang penari yang langkahnya seolah menyembuhkan luka lama di hati Jati. Namun, di tanah yang masih bersimbah darah, cinta adalah kemewahan yang berbahaya.
Saat rahasia masa lalu terungkap dan pengkhianatan muncul dari orang terdekat, Jati harus memilih menjaga janjinya untuk melindungi Ningrum, atau menyerahkan seluruh nyawanya demi ibu pertiwi. Di panggung pertunjukan yang riuh, mereka menari di antara pilihan hidup dan mati.
~Just fiction dan tidak ada hubungannya dengan sejarah yang ada.
sedikit keluh hari ini
banyak kata yang ingin ku bincangkan
meminta pada waktu tuk ungkapkan
dengan kebersamaan
ku ukir sebuah kenangan
ke dalam jurang ingatan