DIBEDAKAN

DIBEDAKAN

  • WpView
    Reads 797
  • WpVote
    Votes 59
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 11, 2024
WpInfo
Fanfic
TREASURE
[Flashback] "Asra mau ketemu Ayah bunda, asra rindu Ayah" rengek anak berusia sepuluh tahun. "iya sayang iya Ayah udah dijalan kok ini, sabar ya" ucap seorang wanita paruh baya sembari menenangkan sang putra. . . . . Terdengar suara telfon dari atas meja dekat ranjang. "halo yah, ayah udah dimana? Ini asra dari tadi nangis mulu mau ketemu sama ayah" ucap bunda asra, namun ada yang aneh dengan lawan telfon nya itu. Terdengar suara sirine, apa itu? Apakah suami ku di tilang, atau bagai mana. Tidak lama kemudian seseorang tak asing berbicara di balik telfon tersebut dengan terisak dan seperti sedang kesakitan "halo bu? Saya warga yang menemukan hp korban kecelakan disini, dan korban telah di larikan ke rumah sakit *****" Wanita paruh baya itu pun tak percaya apa yang dia dengar, Dia segera bergegas ke rumah sakit tersebut tanpa menghiraukan asra yang sedang menangis. . . . . . . . . . . . . . Maaf aku gak tau bikin deskripsi nya gimana, soalnya first time buat that kaya gini hehehe😅🙏🏻
All Rights Reserved
#614
junghwan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • WHY DOES MY BROTHER HATE ME?  [REV] √
  • DELUSI
  • 𝚂𝚊𝚞𝚍𝚊𝚛𝚊☘︎
  • 𝙄𝙧𝙧𝙚𝙥𝙡𝙖𝙘𝙚𝙖𝙗𝙡𝙚 - Sehun x Yoona ✔️
  • Constellation (Sudah Terbit)
  • Semesta [TERBIT]
  • My Name is SYANARA (COMPLETED)
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • BISU (END) ✔
  • ARUMILA

⚠️DALAM TAHAP REVISI ⚠️ [SUDAH TAMAT] FOLLOW TO READ READER!!! Sejak kepergian kedua orang tuanya dalam sebuah kecelakaan tragis, kehidupan seorang gadis muda berubah menjadi mimpi buruk. Ia tinggal bersama ketujuh kakaknya-orang-orang yang seharusnya menjadi pelindung dan penghibur, namun justru menjadikannya kambing hitam atas kehilangan mereka. Tanpa bukti dan tanpa alasan yang masuk akal, ketujuh kakaknya menuduhnya sebagai penyebab kematian orang tua mereka. Hati yang dulu penuh kasih berubah menjadi bara amarah yang terus membakar, menciptakan jurang dalam keluarga mereka. Gadis itu hidup dalam bayang-bayang rasa bersalah yang tak pernah ia pahami, terpenjara oleh luka yang ditinggalkan oleh keluarga sendiri. "Apa salah ku?" ucapnya dengan suara lirih, tak mengerti mengapa ia harus menanggung semua ini. "Oppa, maafkan aku... hiks." "Arghhh! Jangan siksa aku lagi!" teriaknya dalam ketakutan, tubuhnya gemetar setiap kali langkah kaki para kakaknya mendekat. "Oppa... tolong aku... bantu aku... hiks..." "Eomma... Appa... aku rindu... bawa aku pergi... hiks..." Hanya rasa rindu yang menjadi temannya setiap malam. Rindu akan pelukan hangat sang ibu, dan suara tenang sang ayah. Di tengah gelapnya kebencian yang terus membayangi, apakah masih ada secercah harapan untuk gadis kecil itu menemukan cahaya dan kasih yang hilang?

More details
WpActionLinkContent Guidelines