Ambition's Cost

Ambition's Cost

  • WpView
    Reads 13,656
  • WpVote
    Votes 1,390
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 31, 2024
Kallvhi Gravhiel Ephriel adalah sosok penerus pimpinan dari perusahaan Cheil Ephriel. Selama menjabat, ia pun dikenal dengan seorang pria yang tenang, ambis, penuh dengan misi dan impian dalam menjalankan bisnisnya. Sampai suatu ketika, perusahaannya pun mengalami satu permasalahan internal yang cukup serius dalam ruang lingkup sistem keuangannya. Sehingga solusi akhir untuk memecah masalah tersebut pun harus ia lakukan. Yang pada akhirnya melalui kesepakatan individu yang saling menguntungkan, ia pun berakhir menikah dengan perempuan mandiri yang tak kalah ambisnya dalam berbisnis. Ia adalah Ailline Grethania Khalesi, sosok perempuan yang berhasil Kallvhi nikahi karena suatu misi rahasia yang tidak bisa ia ceritakan pada siapa pun, kecuali pada rekan kerjanya di kantor. Story Note; Legal manipulation. Corporate power struggle. Pharmaceutical conspiracy. Technological abuse. Ambition versus emotion. A tragic romance in corruption. Genre; Romance • Corporate Drama • Mystery • Thriller © 2024 ell.scrittrice
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nirmana Lila | Tamat
  • Batas
  • OBSESSION | FALLING INTO YOU
  • Sorry, Thank You, and Fall In Love Again (Wattys Winner 2022)
  • The Gigolo Baby
  • Meant For Me
  • TRACEABILITY (TAMAT ✅)
  • Love Or Whatnot (FIN)
  • Sweet RomanShit
  • My Lovely Ex (Tamat)

Book 1 - Trilogi Tiga Dimensi: Kamu tahu, apa yang bisa menghubungkan satu tebing ke tebing lainnya, meski jurangnya begitu curam? Jembatan. Ya, aku dan dia seperti dua tebing dengan jurang yang nyata terlihat. Dalam dan lebar. Bodohnya, jembatan itu masih nekat dibangun. Semakin dalam jurang, semakin kuat pula pondasi yang dibutuhkan. Dan gilanya, dia membangun pondasi itu dengan begitu mudah dan sederhana. Caranya? Dengan menjelaskan apa itu nirmana. Aku hanya bisa tertawa, miris. Betapa ringannya dia meletakkan pondasi jembatan itu di sini, di hatiku. Dengan pemikirannya yang unik, dia menunjukkan bahwa nirmana bukan hanya soal seni, melainkan cara untuk mengenali sesuatu yang belum pernah kita pahami, bahkan diri kita sendiri. Dari situlah, perlahan, dia menuntunku ke sebuah jembatan yang ia bangun dengan nirmana. Dari titik-titik kekaguman tak terduga, menjadi garis samar sebuah perasaan yang seharusnya tak ada, dan terbentuknya sebidang kerumitan yang menyangga. Hingga... "Kenapa harus Brian?! Dia itu keponakanku, La!" teriakan suamiku menghantam. Dalam sekejap, aku dihadapkan pada kenyataan pahit: nirmana hidupku ternyata jauh lebih rumit daripada gambar-gambar yang harus kuselesaikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines