Father's Regret

Father's Regret

  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Sat, May 4, 2024
"Hai Ayah! Gina ingin mengucapkan selamat hari Ayah. Tidak ada kenangan yang lebih indah dari pada melihat senyum Ayah. Meskipun hanya sesekali Gina Melihat senyum bahagia Ayah. Namun itu sangat membekas sekali. Banyak anak-anak yang beruntung mendapatkan kasih sayang dari seorang Ayah, namun berbeda dengan diriku yang haus kasih sayang dari Ayah. Dari mu aku mengharapkan kasih sayang. Walaupun Ayah tidak mendampingi diriku hari ini tapi aku tetap menulis kan ini untuk dirimu. Sekali lagi selamat hari Ayah. Gina sayang Ayah." Isi surat yang Gina tulis untuk sang Ayah. DISCLAIMER⚠️ •Cerita ini hanyalah karangan fiksi semata. •Kata-kata kasar/kekerasan dan hal sensitif yang dapat ditulisan bukan untuk ditiru. •Apabila terdapat kesamaan nama,latar dan waktu itu murni ketidaksengajaan.
(CC) Attrib. NonComm. NoDerivs
#4
hariayah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • He's My Best Friend [END]
  • Arshaka Heizen Lergan
  • Pacar Halusinasi Ochi [SELESAI]
  • Maaf' (Revisi)
  • BETWEEN
  • Surat Kecil
  • Untuk Ayah
  • ANA UHIBBUKA FILLAH  (End)
  • Asheeqa's Dream [COMPLETE]✔
  • HAGA : Becoming the Father of the Villain Twins

Sudah [Tamat] ⚠️HARAM PLAGIAT" Aku nggak pergi. Aku hanya ada di hati kamu untuk sekarang,besok,dan selamanya," "I love you, Aretha Nararsya. You are the only one and forever." Aretha teringat kembali memorinya dengan Kara dan masih mengingat dengan jelas tatap teduh dari cowok itu. dia tersenyum hangat. Kemudian berkata "I love you Saskara Arkana. You are in my heart for now and forever." Aretha menatap makam itu dengan senyum hangat, lalu dia berdiri kaget melih Alva dengan tatap kosong sambil menarik tangannya memasangkan sesuatu di tangannya. "Dari Kara. Jangan untuk selamanya sampai mendapatkan cinta yang sejati. Simpan baik baik jika telah menemukan cinta itu." "Ayo sekarang kita ke bandara," ajak Alva mengulurkan tangannya pada Aretha. Aretha menerima tangan Alva tanpa sadar air mata itu lolos dari pertahanan kelopak mata Aretha. Semeliar angin menerpa wajah seorang menangis tertahan, dia masuk kedalam mobil matanya masih tertuju pada gundukan tanah itu walaupun mobilnya sudah berjalan jauh. "Aku tunggu kamu kembali dengan versi yang berbeda." _Saskara Arkana Krismantara_

More details
WpActionLinkContent Guidelines