Father's Regret

Father's Regret

  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Sat, May 4, 2024
"Hai Ayah! Gina ingin mengucapkan selamat hari Ayah. Tidak ada kenangan yang lebih indah dari pada melihat senyum Ayah. Meskipun hanya sesekali Gina Melihat senyum bahagia Ayah. Namun itu sangat membekas sekali. Banyak anak-anak yang beruntung mendapatkan kasih sayang dari seorang Ayah, namun berbeda dengan diriku yang haus kasih sayang dari Ayah. Dari mu aku mengharapkan kasih sayang. Walaupun Ayah tidak mendampingi diriku hari ini tapi aku tetap menulis kan ini untuk dirimu. Sekali lagi selamat hari Ayah. Gina sayang Ayah." Isi surat yang Gina tulis untuk sang Ayah. DISCLAIMER⚠️ •Cerita ini hanyalah karangan fiksi semata. •Kata-kata kasar/kekerasan dan hal sensitif yang dapat ditulisan bukan untuk ditiru. •Apabila terdapat kesamaan nama,latar dan waktu itu murni ketidaksengajaan.
(CC) Attrib. NonComm. NoDerivs
#11
hariayah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Suamiku Amnesia (REPOST)
  • TRANSMIGRASI QUEENZILLA ( On Going )
  • ASRAR [TERBIT]
  • ANA UHIBBUKA FILLAH  (End)
  • New World [TRANSMIGRATION]
  • Asheeqa's Dream [COMPLETE]✔
  • Jendela Kamar (Telah Terbit)
  • Untuk Ayah
  • SUARA BIA (TAMAT)

Follow dulu sebelum baca! Naila yang sejak dulu selalu menerima hinaan dari Darel terpaksa harus menikah dengan pria itu akibat mereka kepergok warga sekitar tengah berbuat hal tidak senonoh di dalam mobil. Saat itu Naila terpaksa menerima tawaran Darel untuk menjadi jalang pribadinya demi sang Ibu. Pada akhirnya mereka memutuskan untuk menikah diam-diam, bahkan tanpa sepengetahuan orangtua Darel. Sampai suatu hari Darel tiba-tiba hilang ingatan. Apakah Naila akan memanfaatkan kesempatan ini untuk kabur dari kekangan Darel yang hanya menganggapnya sebagai pemuas nafsu saja? Atau justru memilih bertahan sembari membantu Darel mengingat kembali tentang pernikahan rahasia mereka. "Bayi ini anakmu, Nai?" -Darel- "Iya." -Naila- "Siapa ayahnya?" -Darel- "Kamu tidak perlu tahu!" -Naila-"Kenapa anakmu begitu mirip denganku? Oh, atau jangan-jangan dia adalah anak dari papaku? Cih, jadi sekarang kamu menggantikan ibumu menjadi simpanan papaku? Dasar tidak tau malu, ibu dan anak sama saja!" -Darel- "Bagaimana bisa kamu langsung menyimpulkan kalau anak ini adalah anak dari papamu? Hanya karena anak ini begitu mirip denganmu? Dasar gila!" -Naila- "Sudahlah, jangan mengelak lagi. Sudah pasti dia adikku, dasar murahan!" -Darel- "Terserah, capek ngomong sama batu. Tapi yang pasti, anak ini bukan anak dari papamu!" -Naila-

More details
WpActionLinkContent Guidelines