Story cover for Dimensi Alfa  by sweet_niitel
Dimensi Alfa
  • WpView
    LECTURES 121
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Chapitres 16
  • WpView
    LECTURES 121
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Chapitres 16
En cours d'écriture, Publié initialement mai 02, 2024
Pulang sekolah Raline bersama kakaknya singgah di coffee shop tak jauh dari sekolah waktu yang bagus untuk menanyakan sesuatu pada gala.
"Kak Gala..." panggil ree sambil mengamati kakaknya yang makan cemilan." kata bunda Kak gala nggak pernah  Nerima  panggilan dari bunda ya...???selama 3 bulan belakangan ini.." lanjut ree 
"Kakak nggak punya waktu..."
"Nggak punya waktu..? di rumah kakak juga nggak punya waktu buat Raline sama papa...!!!"
"Tuan Putri nggak usah khawatir lain kali kak  gala bakal nerima panggilan dari bunda..." ujar gala ke arah reelind dengan senyum.
Melihat tangan kakaknya yang tidak mengenakan gelang. "kak gala  bukan gak punya waktu nerima panggilan bunda... Kak gala   ngehindarin dimensi Alfa kan...?? tuh ujar ree sambil menunjuk ke arah pergelangan tangan  G"Gala ." kak gala   nggak make gelang hitam dari kyai Jaka..."
"Kak Gala..." ucap Gala tapi ree menyela
"Kalau kak Gala  selesai minum kopinya,, kita pergi..." ujar ree berdiri dengan wajah datar
"Ree..."
 panggil Gala tapi ree kembali menyela
"Relin tunggu di depan...kalau masih lama ree naik taksi online saja" ujar ree meninggalkan gala sendiri
Tous Droits Réservés
Inscrivez-vous pour ajouter Dimensi Alfa à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
Trasmigrasi Queenzee , écrit par kyshen_raa
28 chapitres Terminé
⚠MENGANDUNG KATA KATA KASAR DAN KEKERASAN⚠ Seorang gadis cantik dan bad girl di sekolah yang gemar membaca novel di aplikasi orine, dia gadis yang memiliki mood yang berubah ubah kadang dingin, baik, polos, kalem, bahkan tak jarang dia suka berpura pura polos atau bisa di sebut manipulatif itulah keahliannya. Gadis yang sedikit malas untuk keluar rumah namun pecinta cogan garis keras Suatu malam dia membaca sebuah novel yang membuatnya kesel sampai sampai ia mengumpati novel itu Menurutnya novel itu terlalu menye menye dan labay, apalagi protagonis perempuan yang hobi menangis tanpa sebab menambah kekesalannya Saat ke sekolah dia tidak melihat jika ada sebuah truk yang melaju kearah mobil yang ia kendarain yang menyebabkan kecelakaan, kecelakaan yang merenggut nyawa nya Dia kira dia akan mati lalu masuk neraka namun dia salah Saat terbangun dia malah melihat di sekeliling nya hanya ada bau yang menyengat ternyata dia bertransmigrasi ke tubuh seorang gelandangan yang tinggal di kolong jembatan Namun yang paling membuatmya kesal adalah dia bertransmigrasi ke novel yang terakhir kali dia baca apalagi yang paling menyedihkannya dia akan mati tertabrak mobil yang di kendarai oleh protagonis perempuan yang baru belajar mengemudi Ditemani seorang sistem yang ternyata mempunyai sebuah rahasia yang mengejutkan Bagaimana kelanjutan kisah nya ? Ayo baca dan resapi sampai ke hati klo bisa ke jantung agar lebih memiliki sensasi ekstrem nya karna masih banyak kejutan yang tersembunyi di balik cerita ini
Capricorn, écrit par Baperterussss
11 chapitres En cours d'écriture
"Aku suka sama Kak Al." Rea mengatakannya tanpa ragu. Tenang. Pelan. Tapi dalam dadanya, jantungnya berdebar seperti genderang perang. Lapangan basket sore itu sepi. Matahari sudah tenggelam separuh, menyisakan semburat jingga yang menggantung di langit. Angin membawa bau rumput basah dan suara tiang ring basket yang berderit pelan. Di tengah sunyi itu, Rea berdiri, seragamnya masih rapi, rambutnya dikuncir seadanya, dan matanya menatap Kak Al, lurus. Alvano menoleh, pelan. Keringat masih menempel di pelipisnya, dan bola basket tergenggam di tangan kirinya. Ia diam. "Apa tadi?" tanyanya, suaranya rendah. Tidak kaget. Tapi juga tidak menjawab. Rea menarik napas. Ia benci mengulang. Tapi kali ini berbeda. "Aku suka sama Kak Al," ulangnya, lebih lirih. "Dari awal aku lihat Kakak main di lapangan. Aku tahu ini mungkin... aneh. Tapi aku cuma pengen jujur." Ia tidak terbiasa berkata seperti ini. Tidak terbiasa membeberkan isi hati. Tapi Rea bukan pengecut. Ia adalah seseorang yang lebih takut menyesal karena diam daripada malu karena gagal. "Aku tahu Kakak mungkin nggak mikir apa-apa. Tapi aku cuma pengen bilang," lanjutnya. "Supaya kalau besok-besok aku canggung atau... ngelihatin Kakak diam-diam, Kakak tahu alasannya." Sunyi. Kak Al memutar bola basket di ujung jarinya. Lalu berhenti. Tatapannya tidak tajam, tapi ada sesuatu yang menggantung di dalamnya. Berat. "Rea..." katanya. Lembut. Tapi nadanya membuat dada Rea mengeras. "Kamu manis. Kamu juga berani. Tapi..." Rea mengangguk pelan, mencoba tersenyum meski wajahnya menegang. "Aku udah punya pacar." Deg. Rea tidak menangis. Tidak mundur. Tidak bertanya siapa. Ia hanya berdiri. Diam. Lalu berkata, "Nggak apa-apa, Kak." Yang tidak dia tahu, pacar Kak Al itu... adalah Dara. Kakaknya sendiri. Dan semuanya... baru saja dimulai.
I L A L A N G ✔ (Tamat), écrit par Nabers23
38 chapitres Terminé
Satu Minggu sudah Reza tak nampak di sekolah . Setelah kejadian kemarin penyakit nya kambuh. "Kok Reza gak masuk2 ya? " tanya Nabila pada Ridwan ( kebetulan Reza dan Ridwan adalah sepupu) "Dia masih sakit karena kemarin itu " jawab ridwan " Oh ,memang separah itu ya?" tanya nya lagi " Entah bil ,gue juga kurang tau" jelas ridwan lagi nabila menggangguk " besok hari minggu kita ke rumah Reza yuk?" ajak nabila kepada teman2 nya " Oke, kumpul di rumah Gue ya " respon Arif karena memang rumah nya tidak jauh dari rumah Reza "Siap " jawab mereka kompak Bel pulang sekolah berbunyi murid2 berhamburan keluar karena mereka sudah di jemput orang tua masing2 "Eh ,gue tunggu di rumah ya ,bye" teriak Arif sembari bergegas keluar kelas "Siap bos" jawab yg lain nya kompak "Bil,gue pulang dulu ya ,dadah "kata murid 1 sambil melambaikan tangan nya di ikuti teman2 yg lain "Dadah " jawab nabila Iya, Nabila memang lebih memilih pulang terakhir karena yang pasti sekolah pun sudah sepi ,jadi tidak perlu berdesak2an Sekitar 15 menit,Nabila sudah sampai di rumah nya "Assalamualaikum" salam Nabila tidak ada jawaban karena memang rumah sepi saat siang hari . Nabila masuk rumah dan segera mengganti pakaian nya .bergegas pergi ke warung nenek nya di depan gang. Malam pun datang Nabila yg tengah duduk di teras rumah nya dengan beberapa buku bacaan ,tentu,karena nabila gemar membaca Tak lama Rizki datang "Lagi apa bil??" Sapa Rizki "Bisa kali salam dulu"jawab nabila ketus "Iya iya ,assalamualaikum nabila cantik,lagi apa?"goda rizki dengan sedikit tertawa "Rizki apaapaan si lo,waalaikumussalam,lagi baca2 aja,lo mau apa kesini ??tumben"kata nabila heran "Besok ke rumah arif gue ikut ya?sekalian mau jenguk Reza,please bil?rengek rizki "Iya iya ,besok jam 9:30 lo udah harus stand by di rumah gue"perjelas nabila "Oke tuan putri,besok gue tepat waktu kok,gue pulang dulu,assalamualaikum "kata rizki pergi meninggalkan nabila "Dasar aneh lu ki,waalaikumussalam"jawab nabila sembari memasuki rumah nya
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 9
Kopi & Deadline (On Going) cover
They Don't Know About Me!!! cover
Trasmigrasi Queenzee  cover
VALERIE : NOT AYUNA [ rombak Ulang ] cover
Capricorn cover
Galaxi [Completed] cover
I Want You To Know(SLOW UPDATE) cover
KISAH TANPA ENDING ✓ cover
I L A L A N G ✔ (Tamat) cover

Kopi & Deadline (On Going)

6 chapitres En cours d'écriture

Bukan karena lambat bekerja, Ara lembur lagi bagai kuda. Ara duduk sendiri di cubicle, mata lelah, kopi sachet ketiga di tangan, layar laptop menyala dengan file yang hampir rampung. Ingatkan Ara sekali lagi bahwa kerjaannya 'hampir rampung'. Dia menatap layar, lalu menarik napas panjang, "Aku nggak tahu lagi ini kerjaan atau penyiksaan... Tapi besok pagi harus submit, kalau nggak... ya biasa, dapat teror halus dari atasan." Dulu waktu kecil, Ara selalu mengganggap orang yang pulang kantor sampai pukul 12 malam atau pagi buta adalah orang-orang keren. Iya keren, keren keramnya sebadan-badan. Ara menarik napas panjang untuk kesekian kalinya, "Aku gila deh kayaknya, masa dulu kerjaan kayak ginian aku bilang keren." Di sela kelelahan itu, Ara mengenang tempat ngopi yang pernah dia datangi dua minggu lalu-tempat yang jarang dia datangi sebelumnya, tapi entah kenapa, wajah sang barista masih lekat di kepalanya. Dia pernah bilang ke dirinya sendiri , "Aku nggak punya waktu buat cinta." Tapi sejak ketemu cowok itu... apa kalimat yang digaung-gaungkan Ara mulai retak? GA MENERIMA NAMANYA PENJIPLAKAN YA EGE, NYARI IDE ITU GA MUDAH‼️