Dimensi Alfa

Dimensi Alfa

  • WpView
    Reads 121
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 14, 2024
Pulang sekolah Raline bersama kakaknya singgah di coffee shop tak jauh dari sekolah waktu yang bagus untuk menanyakan sesuatu pada gala. "Kak Gala..." panggil ree sambil mengamati kakaknya yang makan cemilan." kata bunda Kak gala nggak pernah Nerima panggilan dari bunda ya...???selama 3 bulan belakangan ini.." lanjut ree "Kakak nggak punya waktu..." "Nggak punya waktu..? di rumah kakak juga nggak punya waktu buat Raline sama papa...!!!" "Tuan Putri nggak usah khawatir lain kali kak gala bakal nerima panggilan dari bunda..." ujar gala ke arah reelind dengan senyum. Melihat tangan kakaknya yang tidak mengenakan gelang. "kak gala bukan gak punya waktu nerima panggilan bunda... Kak gala ngehindarin dimensi Alfa kan...?? tuh ujar ree sambil menunjuk ke arah pergelangan tangan G"Gala ." kak gala nggak make gelang hitam dari kyai Jaka..." "Kak Gala..." ucap Gala tapi ree menyela "Kalau kak Gala selesai minum kopinya,, kita pergi..." ujar ree berdiri dengan wajah datar "Ree..." panggil Gala tapi ree kembali menyela "Relin tunggu di depan...kalau masih lama ree naik taksi online saja" ujar ree meninggalkan gala sendiri
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Because ILY [Completed]
  • Capricorn
  • VALERIE : NOT AYUNA [ rombak Ulang ]
  • Transmigrasi MyTia [END]
  • With you Forever
  • I L A L A N G ✔ (Tamat)
  • They Don't Know About Me!!!
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • Aksara Lingga

Akhirnya pintu terbuka sempurna menampilkan Sadena yang tengah terbaring lemah di atas ranjang rumah sakit penuh infus dan beberapa alat untuk membantu nya bernafas, Qalesya menarik nafas panjang setelah melihat cowok yang tengah tertidur di samping ranjang Sadena sambil memegang tangannya. Qalesya mematung di tempat membelalakan matanya apakah yang ia lihat ini sungguh sungguh. "Qalesya, sebentar tante bangunin dulu Ardano nya ya sayang" Ardano terbangun sambil mengucek mata nya tapi tangan kanan nya masih menggaet tangan Sadena. "Ss-Sya" Ardano mengerjap dan langsung melepaskan genggaman tangan nya, setelah itu ia beranjak bermaksud mendatangi Qalesya "Sya gu-gue" Ardano meneruskan langkah nya ke arah Qalesya yang membisu Qalesya cewek itu melangkah mundur dengan mata yang berkaca kaca, jelas sekali Ardano melihat mata cewek yang selama ini ia sayangi tengah berkaca kaca, tapi mengapa ia memperlakukan Sadena sebegitu nya? Qalesya memutar badan nya bermaksud ingin keluar dari ruangan itu tapi dengan cepat Aradano langsung menarik pergelangan Qalesya "Sya dengerin gue" Ardano tetap menahan Qalesya, ternyata dengan satu hentakan tangan Qalesya berhasil membuat tangan nya terlepas dari tarikan Ardano Cewek berseragam Sma itu berlari di koridor rumah sakit, baru beberapa langkah berlari air mata nya sudah berhasil lolos dan membasahi pipi nya Ardano cowok itu mengacak rambut nya gusar, kali ini adalah kali pertama Qalesya menangis karena tersakiti atas sikap Ardano. Tanpa pikir panjang Ardano langsung mengejar Qalesya "Sya dengerin gue dulu" "Apa? Lo mau bilang apa? Apa lo mau bilang ga ngabarin gue karena hp lo mati, ga bawa charger, lo seneng berduaan sama Sadena? Lo lupa sama gue? Oiya gue bukan siapa siapa lo juga ngapain lo harus ngabarin gue Duh Qalesya bego banget si lo percaya sama sumpah serapah cinta yang isinya bacotan semua"Qalesya menertawakan diri nya sendiri Qalesya "Sya Sadena itu.." ucap Ardano Langsung aja baca ceritanya yaaaaa

More details
WpActionLinkContent Guidelines