PLAK..PLAKK..
" Akhhhh, Ampun ... Ampun tuannn..,saya akan segera melunasi nya, tapi tolong..tolong lepaskan saya dulu tuan, akhhh...sa..sakit tuann..ampun..." Ucap Ratna dengan kesakitan.
Ratna yang merupakan bibi shaila itu terus meronta minta ampun pada ketiga pria berbadan besar dan yang satu lagi sedang duduk santai memaikan kuntung rokok, terlihat dingin dan kejam ,mereka yang di ketahui merupakan pemilik tanah dan anak buahnya, tanah yang ia jadikan Tempat tinggal nya sejak lama, ternyata bukan milik suaminya.
" CEPAT PINDAH DARI SINI JIKA KAU TIDAK MAU MEMBAYARNYA! TIDAK TAU DIRI SEKALI KAU MENUMPANG DI TANAH ORANG LAIN, CIHHH!? " ucap salah satu nya.
Kala itu shaila yang baru saja sampai habis pulang bekerja, ia melihat bibi nya yang sudah lebam dan berantakan itu di pekarangan rumah, langsung berlari menghampiri.
" BIBI.. bibi kenapa? He-hentikan paman cukup..jangan siksa bibi saya hiks hiks.." ucap shaila menangis ketakutan.
Melihat ada seoangan wanita, lelaki yang tadi nya dudul saja sambil melihat drama itu pun mulai berdiri menghampiri shaila.
" HEII, KAU SIAPA ? BERANI NYA KAU MENGHENTIKAN NONTONAN KU?! " Ucap lelaki itu marah.
" Tu..tuan saya akan melunasi hutang bibi sa-" ucapan shaila terpotong karena bibi nya tiba tiba saja berkata..
" Tuan..tuan, saya dengan senang hati akan melunasinya, tapi bukan dengan uang, saya akan membayar nya dengan menjual gadis ini tuan... Saya ridho tuan, jika tuan mau, ambil saja tuan saya ikhlas, gadis ini adalah keponakan saya tuan tapi saya tidak menginginkan nya.." ucap Ratna tidak berperasaan.
"A-a..apa maksud bibi?? Bibi menjual aku ke orang orang ini?? " Shaila tidak habis pikir dengan perlakuan bibi biadab nya itu.
Sedangkan lelaki yang merupakan bos nya itu hanya menyungging senyum nya.
' mainan baru..' ucap nya
All Rights Reserved