Ruang Rindu

Ruang Rindu

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 3, 2024
Apa itu rindu? Sejenak aku kembali berpikir dalam renungan. Yang aku tahu, rindu adalah dia yang mengajariku tentang romansa lagu lawas The Groove, dia yang memberitahuku jika hujan adalah surat dari perpisahan, dan dia yang membayangiku tentang sekuntum waktu adalah spektrum kerinduan. Dia, seseorang yang selalu ku tunggu kepulangannya. Dia, pengisi ruang rindu dalam kekosongan setiap sudut Jogja yang sama istimewanya. Untukmu, Rega Bumantara. Cover: pinterset
All Rights Reserved
#396
rindu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja Terakhir Semesta✔️
  • Langit Angkasa [SELESAI]
  • DEVONALEXA
  • Langit untuk Asa
  • Langit Dara [End]
  • ELLGAR (TAMAT)
  • LangTari (Sudah Terbit)

Semesta Arya Pratama selalu merasa hidupnya seperti langit mendung-kelabu, sesak, dan tidak pernah benar-benar terang. Sebagai anak kedua dalam keluarga yang lebih sering menuntut daripada memahami, ia tumbuh dengan luka yang tak terlihat, terbiasa menyimpan semuanya sendiri. Ia bukan anak yang gagal, tapi juga tak pernah dianggap cukup. Hingga di suatu hari, di sudut perpustakaan yang sepi, ia bertemu dengan Cahya Langit Maheswari. Gadis pendiam yang selalu menunduk, seolah berusaha menghilang dari dunia. Langit tidak banyak bicara, tapi kehadirannya entah bagaimana membuat Semesta merasa sedikit lebih ringan. Namun semakin lama, Semesta justru semakin kehilangan arah. Semakin hari, tekanan dari keluarganya kian menyesakkan. Beban yang ia pikul semakin berat, tapi tak ada yang benar-benar melihat. Dan ketika semuanya terasa terlalu melelahkan, ia membuat keputusan yang tak bisa diubah. Semesta pergi, meninggalkan keheningan yang menggema. Meninggalkan cerita yang tak akan pernah bisa diulang. Dan setelah ia tak ada, barulah dunia menyadari betapa berartinya Semesta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines