Hening di Antara Kita

Hening di Antara Kita

  • WpView
    Membaca 122
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 11
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Feb 6, 2025
UPLOAD SETIAP HARI 1-2 BAB! Menyerah bukan pilihan yang tepat. Itulah yang sekiranya selalu orang-orang katakan. Tapi bagi Gavin, menyerah adalah pilihan yang tepat. Ya, menyerah pada cinta. Hidupnya yang kelam kini mulai berwarna. Lukisan tangan dari seorang gadis asing yang tidak pernah ia pikirkan sebelumnya tiba-tiba datang dan memporak-porandakan pondasi hitam putih hidupnya. ~~~~ Coretan di kanvas itu semakin terlihat jelas bahwa Aurelia sedang melukis seseorang. Tidak, dia tidak menggunakan satu warna, tapi ia mencampurkan semua warna hingga menghasilkan lukisan abstrak yang indah. Lihatlah mata yang tajam namun terlihat teduh tanpa adanya hiasan senyum disana. Ah, kini kita tahu bahwa sosok di balik lukisan itu adalah Gavin.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#766
gavin
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • DeaSea
  • NAYYARA
  • Take Me Back!
  • Menunggu Senja Kembali
  • If I Had to Choose
  • Sayang
  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • FirstLove Seorang PlayBoy And Bedboy.
  • Karakter Fiksi Menjadi Nyata
DeaSea

Ikan hiu makan Nadea I love you yang baca "Hah?!" teriakku spontan. Cinta yang terbentuk dari hati seorang gadis pindahan dari kota dan sekolah lain. Perasaan yang tak asing dari hatinya itu berhasil muncul dalam satu waktu. Dia merasakannya di saat mata hitamnya, dengan tak sengaja menatap siswa bermata teduh. Sean, namanya. Anak remaja yang benar-benar buta akan arti suka, arti sayang, dan tidak tahu arti cinta dengan lawan jenisnya ini, mendadak paham. Tanpa disadari, dia mengalami getaran hebat di dalam dadanya. Dan anak perempuan itu adalah aku, Nadea. °•°•° Alin, dia adalah gadis pecinta jepit pita garis keras. Dia juga yang menyemangati dan mengingatkanku di saat tahu kalau aku mencintai teman sekelasnya. Dia juga yang menghiburku ketika Sean memperkenalkan sosok Elisa di hadapanku. Dan Alin juga yang membuatku tertawa saat seorang Nino menggodanya. Dia benar-benar sahabat terbaikku. "AAA... NINO GILA!" dengan mata terpejam Alin berteriak. Aku tahu apa yang dilihat Alin, jadi aku hanya bisa bungkam sambil melihat ke arah Alin. Aku perlu mengatakan kalau ceritaku ini memang penuh keseruan dan candaan, juga tak jarang ada air mata yang harus keluar dari tempatnya. Tentu, aku sulit menghentikan itu. Dan ini yang kutanyakan, bisakah kisah ini berakhir dengan manis, semanis senyumku? °•°•° 🚫Don't Copast My Story🚫

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan