Two Broken Heart Become One

Two Broken Heart Become One

  • WpView
    Reads 18
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 7, 2024
Calixta sadar melihat dengan kepala matanya sendiri raurel sedang bercumbu dengan Wanita lain, tapi yang lebih ia kagetkan adalah Wanita itu adalah laynne teman masa kecil raurel yang sangat cantik. Tak terasa kedua air mata dari pipi calixta bercucuran dengan deras, rasa kecewa dan eneg menghampirinya. Bukannya malah menegur raurel dan laynne, calixta malah keluar dan berlari menjahui mereka. Rasa sakit akan penghianatan yang selama ini ia rasakan, cinta yang selama ini ia berikan dengan tulus kalah. Rasanya hampir tak percaya dunia runtuh begituh saja, pusing mual serta bingung yang sedang ia rasakan. Air matanya mengalir deras melalui kedua belah pipinya, ingus yang keluar dari hidungnya yang tidak ia bisa kontrol menandakan ia sedang menangis hebat. Calixta bukan berarti tidak memiliki cinta pertama namun bagi Calixta raurel adalah pria yang ia berusaha untuk mencintainya. Bagi Calixta raurel adalah sebuah perjuangan akan dirinya untuk bisa move on dari masa lalu Calixta yang buruk. Calixta memiliki rahasia kelam akan cinta pertamanya yang tidak terbalaskan. Calixta bisa sembuh dengan adanya raurel, namun dengan teganya raurel mengkhianati Calixta. Apakah Calixta akan Kembali kepada raurel dan memaafkannya atau Calixta akan Kembali kepada masa lalunya?. Entah apa yang terjadi perasaan Calixta kali ini tidak menentu. Lagi pula Calixta bukan Wanita yang lama-lama berlarut dalam kesedihan. Cinta baginya adalah sebuah kesalahan seharusnya dia menjalani hubungan dengan tanpa cinta, karena bagi Calixta cinta hanya akan membuatnya sakit hati. Dua kali dalam hidup Calixta merasakan sakit hati karena cinta, maka itu entah apa yang akan dia lakukan selanjutnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Pertemukan
  •  SEETHE - Never care who's her, just know that you loved me, Sir.
  • " To Love ,To Lose "
  • BULIR CINTA [END]
  • Narasi patah hati
  • RINDU DI PENGHUJUNG SENJA
  • REDLINE FEVER

Hidup bukan tentang seberapa cepat kita sembuh, tapi tentang seberapa tulus kita memilih untuk terus melangkah, meski dalam keadaan belum pulih sepenuhnya. Caca bukan gadis yang sempurna-dan ia tidak sedang berusaha untuk menjadi satu. Ia hanya ingin belajar berdamai dengan masa lalu, dengan dirinya, dan dengan dunia yang dulu terasa terlalu bising untuk hatinya yang rapuh. Selama bertahun-tahun, ia hidup dalam ketakutan yang tak bisa ia ungkapkan. Ia menyimpan amarah, kecewa, dan keraguan pada dirinya sendiri. Tapi pelan-pelan, langkah kecilnya membawanya keluar dari gelap yang lama membungkusnya. Bukan karena semua rasa sakit itu tiba-tiba hilang, tapi karena kini ia tahu bahwa ia tidak sendiri. Melalui kegiatan OSIS, ia belajar suara dirinya juga berharga. Lewat pengalaman volunteer, ia tahu bahwa memberi bukan soal mampu atau tidak, tapi tentang peduli. Dan lewat kehadiran Aji, ia mulai memahami bahwa ia layak dicintai-tanpa syarat, tanpa harus menjadi orang lain. Caca mungkin tidak akan pernah benar-benar melupakan luka yang dulu, tapi kini ia tidak lagi membiarkan luka itu mengatur jalan hidupnya. Ia menoleh ke belakang bukan untuk tenggelam dalam kenangan, tapi untuk mengingat betapa jauh ia sudah melangkah. Ia bukan lagi gadis kecil yang hanya bisa diam saat disakiti-ia telah menjadi pribadi yang tahu cara mencintai, terutama mencintai dirinya sendiri. Pada akhirnya, DiPertemukan bukan sekadar cerita tentang cinta antara dua orang. Ini adalah kisah tentang pertemuan-pertemuan yang membawa makna. Pertemuan dengan teman baru, pengalaman baru, dan yang paling penting-pertemuan dengan jati diri yang selama ini tersembunyi. Caca tidak diselamatkan oleh siapa pun. Ia memilih untuk menyelamatkan dirinya sendiri... dan itu adalah bentuk keberanian yang paling indah. Penulis Calista Maulidina Syofyan

More details
WpActionLinkContent Guidelines