NOT ME

NOT ME

  • WpView
    LECTURES 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication dim., juin 2, 2024
Alzira suka Arzanka, tapi Arzanka gak suka Alzira. Alzira kira Arzanka menyukainya, tapi Arzanka cuman menghargai perempuan itu. Alzira yang terlalu kebaperan dengan Arzanka. Alzira dekat sama Arzanka, tapi yang disukai Arzanka bukan dirinya. Arzanka masih terpenjara dengan masa lalunya, yakni Aurel. Setiap kali Arzanka menceritakan Aurel, Alzira hanya bisa tersenyum dengan menahan cemburu karena lelaki itu terus-menerus menceritakan masa lalunya. Walau begitu keduanya sangatlah dekat, mereka adalah teman masa kecil yang masih temanan hingga sekarang. Alzira tahu siapa Aurel karena dulunya mereka sekelas.Ya, Alzira akui Aurel memang lebih cantik darinya sehingga membuat gadis itu merasa insecure karena merasa dirinya tidak secantik Aurel. Bukan Alzira yang ada di hati Arzanka. Bukan Alzira yang disukai oleh Arzanka. Dan bukan Alzira pemenang dihati lelaki itu. Ini adalah kisah seorang Alzira yang mengharapkan dirinya disukai balik oleh Arzanka. Walaupun dia tau dihati Arzanka masih tersimpan rapat nama perempuan lain. "Aku terlalu menyukainya hingga lupa bahwa dia menyukai orang lain." Alzira Adelina "Bodohnya aku tetap menyukaimu, padahal aku tahu kalau kamu sedang menyukai orang lain." Alzira Adelina "Cinta itu rumit, apalagi mencintai orang yang belum selesai dengan masa lalunya." Alzira Adelina "Mencintai seseorang yang belum selesai dengan masa lalunya adalah seni menyakiti diri sendiri." Alzira Adelina "Aku akan tetap menetapkan namamu dihatiku walaupun bukan namaku yang berada dihatimu." Alzira Adelina \|\|\|\|\|\|\|\|\|\|\|\|\|\| Jangan lupa divote dulu sebelum membaca, ya! Thank you
Tous Droits Réservés
#49
oranglama
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Peluk Aku, Tuan
  • TRAP!
  • Enough
  • SARAGA
  • Allya Theo Perjodohan? [On Going♡]
  • CAPTEN BASKET MILIK SASKIA [TAMAT]
  • save me
  • AZKARA dan KANIA (End)
  • ARAKHA
  • I Became The Antagonist

Fazeta Aurelina Wijaya, gadis yang tumbuh di keluarga tanpa cinta, hidupnya penuh luka dan ketakutan yang ia sembunyikan rapat-rapat. Baginya, cinta hanyalah ilusi yang mematahkan, sesuatu yang tak pernah ia percaya. Zeta menyimpan segalanya sendiri-luka, ketakutan, dan rasa hampa yang mendalam. Tidak ada yang tahu, tidak ada yang mengerti, sampai Atharva Kaizar datang dalam hidupnya. Atharva, anak laki-laki yang terlihat nakal, keras di luar, tetapi ternyata memiliki sisi lembut yang mampu melihat retakan dalam hati Zeta. Ia tidak berusaha memperbaiki Zeta, tetapi hadir di sampingnya, menawarkan kehangatan yang tidak pernah Zeta rasakan sebelumnya. Dan perlahan, Zeta menemukan kekuatan di balik senyuman Atharva, keberanian untuk menghadapi rasa takutnya, dan alasan untuk tetap bertahan. Dia mulai percaya, meski dengan hati yang masih dipenuhi luka. Ketika rasa takut akan kehilangan mulai menghantui, Zeta menuangkan segalanya dalam sebuah karya tulis. Sebuah cara untuk mengabadikan Atharva, agar jika suatu hari dia benar-benar pergi, Atharva tidak akan hilang sepenuhnya dari hidupnya. Dalam goresan pena, ia menulis, "Jika kau menemukanku tersesat dan tak tahu akan kemana, tuntun aku. Jika kau menemukanku disaat aku sedang menangis tersedu-sedu, tenangkan aku. Jika kau menemukanku terperangkap di ruang gelap dan tak ada seorang pun di sana, peluk aku, Tuan..." Bagi Zeta, Atharva adalah jawabannya, pelukannya adalah tempat pulang, dan senyumannya adalah cahaya dalam ruang gelapnya. Namun, apakah Atharva akan selalu ada untuk Zeta? Atau takdir punya rencana lain yang lebih sulit mereka terima? "Peluk Aku, Tuan" adalah cerita tentang luka, cinta, dan keberanian untuk percaya kembali, meski hati telah hancur berkali-kali. Di tulisanku, dia itu nyata.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu