
Alzira suka Arzanka, tapi Arzanka gak suka Alzira.
Alzira kira Arzanka menyukainya, tapi Arzanka cuman menghargai perempuan itu. Alzira yang terlalu kebaperan dengan Arzanka.
Alzira dekat sama Arzanka, tapi yang disukai Arzanka bukan dirinya. Arzanka masih terpenjara dengan masa lalunya, yakni Aurel. Setiap kali Arzanka menceritakan Aurel, Alzira hanya bisa tersenyum dengan menahan cemburu karena lelaki itu terus-menerus menceritakan masa lalunya.
Walau begitu keduanya sangatlah dekat, mereka adalah teman masa kecil yang masih temanan hingga sekarang.
Alzira tahu siapa Aurel karena dulunya mereka sekelas.Ya, Alzira akui Aurel memang lebih cantik darinya sehingga membuat gadis itu merasa insecure karena merasa dirinya tidak secantik Aurel.
Bukan Alzira yang ada di hati Arzanka.
Bukan Alzira yang disukai oleh Arzanka.
Dan bukan Alzira pemenang dihati lelaki itu.
Ini adalah kisah seorang Alzira yang mengharapkan dirinya disukai balik oleh Arzanka. Walaupun dia tau dihati Arzanka masih tersimpan rapat nama perempuan lain.
"Aku terlalu menyukainya hingga lupa bahwa dia menyukai orang lain."
Alzira Adelina
"Bodohnya aku tetap menyukaimu, padahal aku tahu kalau kamu sedang menyukai orang lain."
Alzira Adelina
"Cinta itu rumit, apalagi mencintai orang yang belum selesai dengan masa lalunya."
Alzira Adelina
"Mencintai seseorang yang belum selesai dengan masa lalunya adalah seni menyakiti diri sendiri."
Alzira Adelina
"Aku akan tetap menetapkan namamu dihatiku walaupun bukan namaku yang berada dihatimu."
Alzira Adelina
\|\|\|\|\|\|\|\|\|\|\|\|\|\|
Jangan lupa divote dulu sebelum membaca, ya!
Thank youAlle Rechte vorbehalten1 Kapitel