Kami telah mengemas kini Garis Panduan Kandungan kami.
Semak garis panduan terkini untuk terus berkongsi cerita dengan selamat.
SELESTINUS

SELESTINUS

  • WpView
    Bacaan 5
  • WpVote
    Undian 1
  • WpPart
    Bahagian 1
WpMetadataReadSedang Ditulis
WpMetadataNoticeTerakhir diterbitkan Sab, Sep 28, 2024
WpInfo
Fiksyen
Misteri
Pukul 10:30 malam, Gerinda harus kembali ke kantor dikarenakan salah satu map laporan yang harus dia selesaikan besok tertinggal di sana. Di kota tempatnya tinggal, kota akan sunyi senyap sebelum jam 11 malam, ini karena dongeng Selestinus yang entah darimana asalnya. Namun, Gerinda tahu dongeng itu, Selestinus sangatlah akrab di telinganya, hanya saja perempuan itu menolak percaya mitos tersebut, yaitu setelah kejatuhan Selestinus, iblis 'itu' akan datang untuknya di jam-jam sunyinya malam. Bagaimana bisa ada iblis di zaman sekarang, pemerintah terlalu lebay, orang tuanya bahkan mendukung aturan tersebut, menurutnya. Setidaknya masih tersisa 10 menit lagi ia akan sampai ke rumah. Hanya saja, sampai saat itu Selestinus bukanlah dongeng semata. S E L E S T I N U S
Hak Cipta Terpelihara
#42
ritual
WpChevronRight
Jom sertai komuniti bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang diperibadikan, simpan cerita kegemaran anda ke dalam Pustaka anda, serta beri komen dan undi untuk mengembangkan komuniti anda.
Illustration

You may also like

  • ARTHEMYTH (Terbit)
  • 7 Malam Setelah Nenek Meninggal (TAMAT)
  • Tujuh Hari Setelah Ibu Pergi [SEGERA DIFILMKAN]
  • PETAKA
  • Kingdom In Ashes
  • RUMAH SINGGAH ✔️
  • Pancasona #WRITONwithCWBP
  • bisikan
  • The Exiled Queen (TAMAT) √

Tidak ada yang benar-benar hilang di hutan itu. Hanya tertelan. Dan menunggu ditemukan lagi dalam bentuk yang tak sama. Mereka bilang, setiap beberapa dekade, hutan membuka matanya. Ia lapar, menuntut upeti. Tapi bukan daging yang ia inginkan. Bukan tulang. Yang ia inginkan adalah sesuatu yang lebih lembut. Lebih hangat. Sesuatu yang masih bisa menjerit. Anak-anak. Gadis-gadis kecil. Anak laki-laki yang belum sempat bermimpi. Dan selalu ada seorang ibu. Seorang yang cukup hancur untuk menyerah. Cukup lelah untuk percaya bahwa mengorbankan satu bisa menyelamatkan yang lain. Cukup bodoh... atau cukup tahu, bahwa menolak berarti kehilangan semuanya. Mereka menyebutnya dongeng. Legenda tua untuk menakuti anak-anak. Tapi mereka lupa sesuatu yang penting. Dongeng tidak pernah lahir dari ketiadaan. Dongeng... adalah jejak darah yang disamarkan dengan puisi. Dan malam ini, seekor kambing hitam berjalan melewati pintu yang terbuka. Ia menoleh ke si ibu, dan berbisik: "Sudah waktunya."

Maklumat lanjut
WpActionLinkGaris Panduan Isi