Daydreaming

Daydreaming

  • WpView
    Reads 289
  • WpVote
    Votes 57
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 26, 2024
[Still On Going] "Cahaya bersinar layaknya ametis, mereka datang membawa kemenangan! Desa-desa yang telah hancur, terbangun kembali dalam semalam. Mereka membawa sang ahli di tangan mereka..." Tersebarlah lantunan lagu untuk menyerukan mereka, para anak-anak berlarian sambil bernyanyi dan menunjukkan wajah yang bahagia. Mengangkat tinggi-tinggi pedang dan berpura-pura menjadi pahlawan di dalam buku dongeng. Neandhertal. Batu prasasti yang entah dari mana asalnya, berdiri tegak di tengah alun-alun Armagh yang berisikan tulisan aksara asing. Para tetua di sana mengartikan bahwa itu merupakan ramalan yang diturunkan Dewa untuk mereka suatu hari nanti. "Datanglah beberapa orang asing yang akan berbaur dengan kalian yang akan membawakan kedamaian untuk kita semua, serta memenggal kepala seekor makhluk yang kekuatannya tidak bisa dicapai oleh manusia biasa..." -- Bau yang lembap, lumut-lumut yang menempel di dinding, jeruji besi.. langka kaki yang berjalan tanpa arah. Sebuah tangan meraba ukiran di tembok. "Dungeon? Bukannya itu ruang bawah tanah..?" Katanya dengan pelan. "Lagian mana mungkin ada dungeon di zaman sekarang.. benarkan, Nam?" Kemudian ia melihat ke arah temannya. "Dari awal.. sejak kapan kita disini, Ang?" "Eh? Kita dimana-" Senyap. -- Kisah di mana mereka hidup di dunia realita dan di dunia berbagai plausibilitas terlebur menjadi satu. Banyaknya pengorbanan tanpa ujung hingga akhirnya mereka mencapai titik akhir perjalanan. Dilarang keras untuk menjiplak atau plagiat! Mohon hargai usaha para author menulis cerita disini. Hanya tersedia di Wattpad pada akun @kohiers Cover Credit: Pinterest
All Rights Reserved
#195
ramuan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BUKAN BEGINI (Tamat)
  • SUGAR SUGAR LOVE (TAMAT)
  • Dungeon : Beginning
  • Adrian S1- And Rise of The Tale(ON EDIT KE-3 Kali)
  • TUAN VILLAINKU~ (Tamat)
  • VILLAIN'S LOVER (SELESAI)
  • VILLAIN'S PRECIOUS DAUGHTER (Tamat)
  • The Hero Commander (VOLUME 1 : Ghost of Fluoran)
  • Pain of the Slayer

Aku telah melakukan banyak perjalanan dari satu cerita ke cerita lainnya sebagai antagonis. Misiku hanya satu, memastikan tokoh utama perempuan menderita sesuai dengan naskah asli. Satu, kucing putih yang bisa bicara sekaligus penanggung jawab isekai milikku, memberiku banyak bantuan. Mulai dari dunia vampir, petarung sinting, sampai novel picisan. Segalanya kuselesaikan dengan tuntas, sesuai perjanjian dengan Satu. Seharusnya bila tugas terakhirku, misi nomor seratus, selesai maka aku akan dijanjikan boleh hidup sebagai orang berkecukupan, superberuntung, dan jauh dari kesialan apa pun. Seharusnya! SEHARUSNYA! "Mohon maaf, kuota bagi penerima paket untung sudah habis," Satu menginformasikan. Tentu saja aku marah. Rasanya seperti kena scam mentah-mentah. Seratus misi. Bermacam kegiatan sinting. Dedikasi yang tidak terbayarkan. Aku menuntut ganti rugi, tapi Satu berkata bahwa kepala isekai tidak menerima keluhan. "Ya sudah, hidup di sini saja." Gampang sekali Satu bicara. Hidup di sini. Di cerita keseratus. Di sebuah novel picisan CEO sinting. Aku bahkan berani taruhan bahwa penulis tidak melakukan riset sama sekali. Oh itu belum termasuk fakta bahwa aku, si pelaku kejahatan dalam cerita, akan mati di tangan tokoh utama pria karena telah merugikan kekasih impiannya. Aku, bukan orang lain. Bukan Satu si kucing gembul biang kerok. Aku! "Buhuuuu apa kamu nggak bisa mempertimbangkan diriku sebagai asisten rumah tangga?" Apa yang bisa kulakukan? Iya, tepat sekali. Hadapi racun dengan racun. Alias, kubuang harga diri dan lari mencari belas kasih dari Bos Antagonis, Mr. Villain, Big Boss. Inilah yang terbaik, 'kan? Benar, 'kan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines