Kelabu & Senja

Kelabu & Senja

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 4, 2024
WpInfo
Non-Fiction
Aku terpejam. Layaknya tidur namun ku masih sadar, mengingat pelan- pelan kubuka lembaran demi lembaran ingatan yang menyakitkan. Aku berfikir dibagian sebelah mana memori yang membuat dada ini terasa begitu sesak. kemudian aku terdiam disanalah ini berawal, aku mengingatnya, semua hal yang ingin aku lupakan. Hari dimana aku merasa bahagia tapi sebetulnya tidak, hari di mana aku tersenyum namun fikiran dan hati sebetulnya menangis, aku terjebak, pada roda kehidupan yang tidak aku inginkan. Bisakah aku kembali?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • IF YOU
  • Rahasia Boboiboy Gempa
  • HATI💔 YANG TERPILIH
  • Si Pemilik Mata Indah
  • N O R A [on going]
  • Efemeral
  • "ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku
  • The Dark Side(END)
  • Goresan Seorang Pengembara
IF YOU

Bagaimana jadinya ketika aktor muda jatuh cinta dengan wanita yang 20 tahun lebih tua darinya? Akankah usia bukan penghalang? Wanita yang memeluk luka masa lalunya sendirian Ketika takdir sudah mengambil alih, bahkan ketika aku dan kamu adalah mustahil. Kita akan bertemu lagi dengan rasa yang sama. Takdir adalah benang halus yang tak terlihat, mengikat tanpa memberi isyarat. Aku pernah percaya bahwa kehilanganmu adalah tragedi terburuk dalam hidupku, luka yang tak mungkin sembuh oleh waktu. Aku menunggu, berharap, meski perlahan harapan itu berubah menjadi sia-sia. Namun, ketika semua terasa hampa, saat langkahku nyaris berhenti, kehadirannya datang seperti cahaa fajar diujung gelap. Penantianku yang panjang akhirnya menemukan jawabannya. Tapi, apakah ini benar-benar akhir dari duka atau awal dari cerita yang lebih rumit? Aku menghidupkan sosokmu dalam setiap kata yang kutulis. Dalam baris-baris sunyi, kau kembali bernapas, hadir dalam imajinasi yang kurangkai dengan rindu. Meski dunia telah merenggutmu dariku, dalam tulisanku, kau tak pernah benar-benar pergi. Namun seiring pena menari diatas kertas, aku bertanya-tanya apakah aku yang menciptakanmu kembali, atau justru kau yang perlahan menarikku dalam dunia yang kupahat untukmu? Kaluna Putri Ketika waktu yang membawamu kembali

More details
WpActionLinkContent Guidelines