Kelabu & Senja

Kelabu & Senja

  • WpView
    Reads 5
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 4, 2024
Aku terpejam. Layaknya tidur namun ku masih sadar, mengingat pelan- pelan kubuka lembaran demi lembaran ingatan yang menyakitkan. Aku berfikir dibagian sebelah mana memori yang membuat dada ini terasa begitu sesak. kemudian aku terdiam disanalah ini berawal, aku mengingatnya, semua hal yang ingin aku lupakan. Hari dimana aku merasa bahagia tapi sebetulnya tidak, hari di mana aku tersenyum namun fikiran dan hati sebetulnya menangis, aku terjebak, pada roda kehidupan yang tidak aku inginkan. Bisakah aku kembali?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • N O R A [on going]
  • Si Pemilik Mata Indah
  • ANINDITA (END)
  • JUst foR YoU ❤️
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • Efemeral
  • GENTAWA✓
  • "ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku
  • IF YOU

nyatanya, semua itu hanya omong kosong. janji-janji, perhatian, dan kalimat-kalimat manis mu kala itu hanya sebuah kebohongan belaka. bodoh nya aku yang terlalu begitu percaya. perhatian mu semua aku anggap sebagai rasa sayang mu padaku, namun itu salah. aku hanya sebuah pelarian yang kamu singgahi. setelah kamu mendapatkan apa yang kamu cari, kamu pergi. tanpa kamu pikirkan bagaimana perasaan ku. tanpa kamu pedulikan bagaimana hancur nya diriku. tuan, seandainya kamu tau setulus dan sebesar apa perasaan ku padamu. seandainya kamu tau bagaimana usahaku untuk selalu bertahan dengan mu. namun, itu semua hanya seandainya. dan pada kenyataannya kamu tak pernah sadar akan hal itu. kenyataan ini begitu menyesakkan dada. hari-hari ku lewati dengan hati yang kehilangan akan sosok nya. hari-hari ku lewati dengan luka yang tak kunjung juga mereda. tuan, terimakasih. bagaimana pun aku tidak bisa menolak perpisahan. akan ku sudahi semua rasa sakit ini tuan. aku akan belajar melupakanmu, sebagaimana kamu melupakanku. karna aku percaya, kepergian mu merupakan sebagian dari rencana yang diatas. dan aku juga yakin, jika suatu saat aku akan di pertemukan dengan seseorang yang jauh lebih mengerti aku ketimbang kamu. **** Cover by : hunyoel

More details
WpActionLinkContent Guidelines