Kemana Satria harus pulang?

Kemana Satria harus pulang?

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 17, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Bagi Satria rumah yang sesungguhnya adalah kematian, bukan keluarga. bagai mana tidak, semenjak sang papah memutuskan bercerai di usianya yang masih menginjak sepuluh tahu, kehidupan mulai berubah 90 derajat. di hantam berjuta realita yang sangat tragis, menepi berkali kali namun hanya membuat hidupnya penuh dengan ketidak adilan dan teka-teki yang cukup rumit. apa lagi harus di hadapkan dengan sang papah yang tidak pernah mengakui dirinya anak, dan sang ibu yang terlalu di sibukan dengan suami barunya, sehingga membuat Satria terus bertanya. "Aku ini siapa? Kenapa semua orang memberikan jarak yang begitu jauh dari hidupku. Ya tuhan, kemana satria harus pualang?" ____ Sebelum baca jangan lupa follow ya!!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RUMAH KITA
  • Misunderstand
  • Hug Me (Mom Dad)
  • Endless Summer [TAHAP REVISI]
  • Halycon
  • Angger
  • Kita Tidak Baik-baik Saja [END]
  • Magnificent Journey [COMPLETED]
  • Permata Bening Sang Abii

Rumah adalah tempat ternyaman dikala, hati dan jiwa kita runtuh. disaat Tenga kita habis untuk dunia ini .di saat kita capek hadapi seluruh dunia ini, rumah tempat ternyaman saat kita pulang tapi, bagaimana kalo rumah itu sendiri .bukan tempat, ternyaman untuk diri kita sendiri. maka seluruh, tubuh kita sudah hancur jikalau rumah yang selama ini tempati , di besarkan, hanya menjadi rumah singgah saja bagi diri kita bukan menjadi rumah kita. itulah yang dirasakan oleh Asyifa Zahra Wijaya di saat usia nya 12 tahun dia sudah merasakan lelah dalam hidup nya . bahkan sampai dewasa pun di Masi sama mengatakan lelah dalam hidup nya. " ya Allah aku menerima dengan takdir yang kujalani saat ini. tapi aku cuma minta satu tolong jangan samakan ,takdir ku ini dengan ,bayi yang ku kandung ini. cukup aku saja" ujar Syifa dalam doa nya " Rumah itu bukan tentang rumah yang dibangun dengan kayu, atau rumah yang dibangun dengan bata ,tapi rumah yang di bangun oleh kedua orang tua .maksudnya, rumah itu seperti orang tua dialah pokok rumah kalian ,atap dan tiang itu bagaikan kedua orang tua, dan anak-anak adalah dinding nya rumah itu , itulah rumah yang sebenarnya " ujar ustadz Yusuf dalam kajian nya __________ TIDAK SEMUA RUMAH ITU ADALAH TEMPAT TERNYAMAN! AISYAH" tegas siyfa dengan nada keras Aisyah hanya terdiam sambil matanya terus menatap siyfa yang tengah bersandar di dinding yang tak henti - hentinya menangis sambil sesekali memukul dadanya . " Aku capek " " Aku capek" " Aku capek" ujar siyfa tiga kali menatap Aisyah dengan mata yang sembab . _______ jangan dilihat ajak yuk baca buat yang merasa keluarga broken home semangat melanjutkan hidup ❗ini bukan tentang kita lemah tapi ini tentang cara melanjutkan hidup kita

More details
WpActionLinkContent Guidelines