As Long as I'm Here

As Long as I'm Here

  • WpView
    Membaca 0
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sel, Mei 7, 2024
Terbiasa hidup di Kota yang penuh dengan hiruk pikuk aktivitas manusia, tentu tidak mudah bagi seorang Nala Zheevaira yang terpaksa harus tinggal di Desa untuk beberapa waktu ke depan hingga kesehatannya membaik, sesuai yang disarankan oleh Dokter. Mau tidak mau, Zheevaira harus tetap menerima kenyataan tersebut. Lalu, apa yang akan terjadi dalam kehidupan Zheevaira selanjutnya? Awalnya ia benar benar menolak untuk tinggal di Desa. Hingga suatu ketika Semesta mempertemukan ia dengan seseorang. Lantas siapakah orang tersebut? Akankah orang tersebut dapat membuat Zheevaira betah untuk tinggal di Desa atau justru sebaliknya?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#197
penyakit
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Love In Profession[End]
  • The Main Character (END)
  • Aku Hidup di Ujung Naskahnya
  • IMPIAN YANG LENYAP
  • ARAH PULANG (on going)
  • Xless Marriage
  • TAGIHAN PERJANJIAN LAMA - DESA HAWA TIIS || 97L
  • Long Wait
  • Serpihan Hangat
  • When Two Hearts Collide

-Cerita ringan dan enggak berbelit,semoga suka -Belum di Revisi Cut Syifa Azzahra adalah seorang mahasiswi kedokteran yang terpaksa harus berhenti mencapai impiannya dan menjadi guru di sebuah desa kecil yang jauh dari hiruk pikuk kota lalu bagaimana kah pertemuan nya dengan seorang Dokter Muhammad Alzam yang menjadi relawan saat desa yang ia tempati sedang mengalami bencana alam ___ "ya allah , saya tidak punya hak untuk memarahi dokter, saya hanya mengingatkan, saya juga pernah telat tapi tidak marah saat di tegur" zara berjongkok untuk mengikat tali sepatunya yang lepas, dengan mulut tidak hentinya mengoceh "Pokok nya kamu memarahi saya zara! hati saya benar benar sakit" seperti biasa dengan tampang sok sedih dan satu tangan mengelus dada "sekarang apa lagi yang mau kamu lakukan? oh, saya tau, sepertinya kamu mau saya mati dengan tidak memberi saya makan pagi dan siang" zara menghela nafas pelan, mengumpulkan ogsigen, mengumpulkan ogsigen sebanyak banyaknya, rasanya beban hidupnya akan bertambah sekarang. oh tidak melainkan sejak kemarin

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan