MENGAIS MASA LALU

MENGAIS MASA LALU

  • WpView
    LETTURE 48
  • WpVote
    Voti 2
  • WpPart
    Parti 1
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione mer, apr 8, 2015
WpInfo
SAGGISTICA
Kala ku seorang diri menatap langit dengan penuh harap. Mencoba kembali ke ruang yang menusuk jiwa. Sakit, sesak, senang, sedih, bahagia, dan kecewa ada semua pada kala itu. Hmmm yaa, slalu ku sebut masa lalu. Setiap sabtu malam, ku tegakkan badan ini, duduk rapi, dan mulai berkencan dengan seseorang yang selalu menemani aktivitas ku selama hampir 5 tahun. Ia kadang mengerti ku dan kadang tidak sama sekali, disitu kadang saya merasa sedih. Ku beri nama dia Leptip! You know what I think? Yaahh ... Teretetttttt...... Tradisi yang slalu ku lakukan sabtu malam adalah mengenangnya, mungkin kalian menganggap tradisiku ini gila. Tapi, itu tak bisa ku hentikan. Aku selalu bahagia & sedih ketika mengenang masa lalu yang telah banyak kulewati. Kadang, ku berfikir...ya itu hanya ada pada hari itu, tak mungkin ku menggapainya lagi. Aku sendiri sadar jika yang ku lakukan itu hal bodoh bahkan sangat bodoh. Hoby kok mengais masa lalu! Please think! Think ! think ! bisa bisa gila karna masa lalu. Tak semua masa lalu wajib di lupakan. Kalian mungkin mengetahui jawabannya! Jawab dan tanya diri sendiri. Setelah Leptip membuka webnya, ku mulai bermain dengan blog. Biasalah, rutinitas mencurhatkan isi hati ! judulnya aja mengais masa lalu ... Dear shadow, Hai, apa kabar "Kamu"? Semoga selalu baik-baik saja. Entah aku bingung mau ngomong darimana, intinya kamu masih menjadi bayang semu di hidupku. "Kamu" selalu merubah sikapku dengan isyarat. Amplitudo yang menggerakkan hatiku untuk selalu berharap padamu. "Kamu" aku selalu merindukanmu yang seharusnya tak ku rindukan. Ada apa dengan hati ini? Sekian lama ku mengenalmu, baru saat ini rasa itu muncul begitu jelas setelah kau mulai berlali menjauhiku. Ia selalu memaksa "Kamu" untuk hadir dihatiku, tapi ku tak berharap itu terjadi. Asal "Kamu" tahu, sesungguhnya ku lelah! Go away from my heart! From my life!
Tutti i diritti riservati
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • You're Here, But Not For Me
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • Kamu [SELESAI]✔
  • In The Sunrise
  • ALISHA (end)
  • SCORPIO
  • Antara Jarak Dan Waktu
  • You're not real
  • Aku Kamu Dan Dia

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti