Lavanya and You

Lavanya and You

  • WpView
    Reads 61
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Thu, Aug 15, 2024
🍄🍄🍄 Di sebuah senja yang tenang, langit memancarkan warna jingga yang lembut, menghangatkan bumi dengan cahaya temaram. Di salah satu sudut taman yang sepi, terdapat seseorang yang duduk di bangku kayu, matanya tertuju pada langit yang semakin gelap. Sesekali, angin malam berbisik lembut, membelai rambutnya. "Kamu hebat" ucap seseorang, menatap dengan senyum lembut yang menyimpan ribuan kata. Pahatan yang begitu sempurna tidak dapat aku lihat begitu jelas di kala malam. Seolah, Semesta memberikanku teka-teki yang harus dipecahkan. Aku hanya teringat dengan tudung hoodie yang melekat di kepalanya. Hanya saat itulah, tubuhku seperti mati rasa oleh perlakuannya. Dia mengusap kepalaku dengan lembut, dan dalam usapan itu terdapat kehangatan yang menenangkan. "Kamu tahu," lanjutnya, "Kamu adalah penduduk bumi yang ditakdirkan untuk menjadi yang terhebat dari sekian banyaknya orang hebat." Setelah selesai mengatakan kalimat sederhana tersebut, ia langsung pergi meninggalkanku dalam kesendirian. Hingga sekarang, aku masih mempertanyakan tentang kehadiran, Manusia Senja. -------------------🛹🛹🛹----------------- Mengapa hanya dirinya yang datang membawa sepucuk surat dari Semesta untukku💫💐☁️ 💐💐💐
All Rights Reserved
#694
langit
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja dan Langitnya
  • SENJA JINGGA
  • Jendela Rasa ✔
  • search for the prince #AP project [Selesai]
  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • SHILA [END]
  • Zenna Story
  • Restu Tuhan
  • Senja dan Jingga
  • Jingga dan Senja [SUDAH TERBIT]

Di balik senja yang menggemaskan, ada rasa yang tersirat. Rasa tidak karuan. Rasa yang belum tersampaikan. Dalam hidup ini pasti akan ada yang datang dan pergi. Akan ada yang datang membawa angan atau bahkan pergi meninggalkan sayatan. Dan dia, dia punya peran. Entah tinggal dalam harapan, atau hilang bersama kenangan. "Senja memang indah, tapi kamu, jauh lebih indah dari hanya sekedar senja. Dan aku amat menyukai senja, tapi kamu, lebih dari hanya sekedar aku sukai." - Aro. "Saat hujan terus-menerus turun, akan terjadi genangan air di tanah tempat kau berdiri. Atau saat aku melihat langit, mungkin leherku akan terasa nyeri. Apakah saat aku terus-menerus mencoba berjuang bersamamu, akan ada genangan cinta dan luka di hatiku?" - Tasya. Atas nama senja aku sampaikan. Untuk seseorang yang pernah memperjuangkan, dari seseorang yang diperjuangkan. Aku Senja, ruang teduhmu dari masa depan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines