Mate from the Island of God

Mate from the Island of God

  • WpView
    Reads 5,086
  • WpVote
    Votes 244
  • WpPart
    Parts 38
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 23, 2024
WpInfo
Fiction
Paranormal
[21+ warning] mohon bijak dalam membaca Luxer Maddox the Alpha King Airport Seattle sore hari, dia menuju pintu keluar setelah mengantar sepupunya yang menjalankan misi ke pack di Eropa. Melewati pintu arrival anging berdesir, harum stroberi dan batter-vanilla menyeruak memenuhi hidung, melumpuhkan otaknya hingga langkahnya berhenti, matanya terpejam menghirum lebih dalam aroma yang datang menggetarkan jiwanya, membangunkan wolf dalam dirinya. "Mate.,mate.,,mate!!!!" Gerd wolf dalam dirinya terus melolong dan meneriakkan mate. Lux membuka mata, mengedarkan pandangan mencari asal aroma manis memabukkmindlik. Matanya berhenti pada seorang gadis kecil, rambut hitam panjang bagian bawah , kulit kulit mulus eksotis khas Asia, mata bulat hitam menggoda. ya gadis itu kecil di hadapan Lux yang 190cm berotot dan bertubuh tegap. "Tunggu,.apa dia manusia biasa?? Aku tidak bisa merasakan aura wolf nya atau aura immortal lainnya" Lux membatin yang dijawab oleh wolf nya "aku tidak peduli, dia Milikku, aku menginginkannya" Lux menjawab dengan tegas "sebaiknya dia bukan manusia biasa, atau aku akan mereject nya. Aku mencari mate yang kuat bukan beban" Gerd melolong marah "jangan coba-coba Lux, aku akan membunuhmu jika itu terjadi" "Aku akan menguliti mu gerd jika terus menyesatkan ku, diam lah" Lux langsung memutus mindlik kisah ini antara seorang Gadis manusia biasa dan Alpha King murni dari imajinasi writer jika ada kesamaan Nama, Tempat, kejadian dll maka murni tanpa disengaja kisah ini adalah cerita pertama dari writer jadi mohon maaf dan maklum jika masih banyak kurang mohon dukungannya ya para pembaca 🙏 . . . .
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Salwa, Gadis tanpa Kegagalan
  • This Cruel Alpha [3] ✔️
  • Alpha Mate
  • My Mate Is Little Wife (Selesai)
  • Protective Wolf [Complete]
  • The True Queen ✔
  • THE FATED 1 ; MY LUNA [ END ]
  • EDELINE [END] [TELAH TERBIT]
  • MATE  [END]
  • My Sister Is Mine (Werewolf)

21+ Yang puasa boleh diskip. 😂 Setelah semakin melotot kaget karena ada yang menempelinya, Salwa mendorong kuat tubuh di depannya tapi gagal. Mundur pun tak bisa karena posisinya yang sudah mentok ke dinding beton pagar, hingga akhirnya memilih pasrah memejamkan mata untuk beberapa lama. Elvis sudah merasakan kemarahan Salwa. Ah, aura marahnya karena dipeluk kemarin saja masih kentara, kenapa juga harus ada insiden ini? Namun, pria itu tetap memilih resiko tersebut atau jika bahkan gadis itu akan membunuhnya nanti. Dari pada harus ketahuan kelompok Black Wolf yang tadi sempat mengejarnya. Bukan hanya dia yang mati tapi juga Salwa. Ini adalah pilihan terbaik menurutnya, justru Elvis telah menyelamatkan gadis itu dan Salwa harus terima kasih untuk insiden ini. 'Ah, bodohlah! Pikirkan itu nanti!' Seiring waktu suara di sekitar mereka mereda. Baroon berhasil mengarahkan kelompok Black wolf menjauhi area itu. "Huft!" Elvis menarik tubuhnya dan kembali berdiri tegak, lalu membuang napas kasar karena lega. Tanpa ia sadari, wajah gadis di hadapannya sudah merah padam. 'PLAK!' sebuah tamparan keras mendarat di pipi pria berkulit putih yang dipanggil Tuan olehnya. Seketika tangan Elvis memegangi pipi karena merasa sakit. Namun, belum juga hilang rasa nyeri di pipi, tendangan keras mengenai tulang keringnya hingga ia terduduk dan mengaduh. "Dasar pria mesum! Pria cabul, kurang ajar!" Mata gadis yang dipenuhi kaca-kaca itu sudah kembali ngos-ngosan karena marah. Setelah sekian lama menahan tidak berkelahi, akhirnya kekuatannya tersalurkan juga. Apa Elvis lupa bahwa dirinya pelatih silat di pesantren? Salwa berdiri tegak menatap Elvis yang kesakitan dengan perasaan benci dan jijik. .

More details
WpActionLinkContent Guidelines