Takdir kita?.. Kejam. (Brutal Legend)

Takdir kita?.. Kejam. (Brutal Legend)

  • WpView
    Membaca 4,744
  • WpVote
    Vote 527
  • WpPart
    Bab 8
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Mei 17, 2024
Menceritakan takdir 2 pemuda SMA yang terikat takdir sial akan kehidupan mereka Ubi.. and Noya :) My AU! Dont copy Janlup follow my ig yeee @sfa.wd Disana i up gambar2 i
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#24
darkness
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Renjana [COMPLETED]
  • GADIS LANGIT
  • Amērta.
  • Perempuan Kahfi
  • SKALETTA [END]
  • NAREZKA (PO 15 Maret-28 Maret)
  • Arrayan Chandraka ✔
  • Salam Manis Dari Kisah SMA
  • Pergi dan Takkan Kembali [END]
  • YOU BROKE ME FIRST {♡}

Pada malam paling temaram yang pernah seorang anak jumpai adalah kehilangan sepenggal bait kehangatan yang sepatutnya terus membersamai. Seorang anak yang sudah cukup dewasa sebagai pengganti bapak, seorang anak lain yang baru saja memasuki runyamnya semester tanggung di bangku perguruan tinggi, seorang lainnya lagi baru saja bersuka cita telah memasuki mimpi para anak muda seusia adiknya untuk melepas seragam sekolah, seorangnya lagi baru saja merasa bahwa masa SMA adalah kebebasannya, seorang lainnya lagi masih berkutat dengan permainan remaja tanggung di bangku menengah pertama, satu yang lain masih bersenang-senang pada masa anak-anak yang hendak remaja, dan satu lainnya yang terakhir masih bahagia dimanjakan dengan rambut yang terbelah dua. Namun pada hari itu, nyatanya semesta memberinya segenggam ujian yang harus ditanggung bersama karena kepergian ibunda. Syair-syair elegi selanjutnya mengiringi langkah mereka, mengantarkan satu tubuh yang sudah kaku karena kehilangan ruhnya. Mengantarkan keberangkatan sang ibunda pada tempat paling jauh yang tak bisa mereka singgahi untuk sekadar melepas rindu yang menumpuk dibalik pakaian basah yang baru dicuci, dibalik tumpukan piring kotor yang hendak dibersihkan. Dan lainnya yang menumpuk dan terus menumpuk, membiarkan hati mereka berat diduduki rindu yang tak pernah habis. Dan kemudian luka-luka tak pernah bisa disembuhkan waktu, ketujuh warna dalam keluarga Nawasena berakhir temaram dan kehilangan sukmanya. ©Jeta An Alternate Universe Renjana, 2021

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan