Ultraman Nexus: Beyond Destiny

Ultraman Nexus: Beyond Destiny

  • WpView
    Membaca 4,736
  • WpVote
    Vote 2,270
  • WpPart
    Bab 33
WpMetadataReadLengkap Min, Sep 15, 2024
Space Beast dipercayai telah punah. Namun, setelah vaksin diuji coba untuk menyelamatkan manusia pada dua orang subjek, tanpa disadari, salah satu dari mereka berevolusi menjadi monster. Sebuah entitas yang mengancam keselamatan manusia di seluruh dunia. Noa, sang Raksasa perak yang legendaris dalam melindungi umat manusia, mungkin satu-satunya harapan. Namun, dimana keberadaannya saat ini? Ataukah sudah berubah hanya menjadi kenangan masa lalu? Sementara itu, sebuah organisasi anti-raksasa yang selama ini menangani ancaman Space Beast, justru tersandung dalam masalah mereka sendiri. Kini, organisasi itu tidak lagi mendapat kepercayaan dari publik. Bahkan, banyak yang beranggapan masalah ini disebabkan oleh organisasi itu. -------- Fanfiction. Adaptasi dari Ultraman Nexus dengan konsep yang berbeda.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#711
ultraman
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • KAMEN RIDER STORY
  • RAJANAMI [ON GOING]
  • TITAN OF LIGHT (Indonesian Version)
  •  Ultraman Nexus: Call Of Frontline Duty (Tamat)
  • RESONANSI PELURU
  • CODE: FAUST
  • Goodbye November
  • LUNAR VEIL: The Hidden Path
  • Ultraman : War for One Universe

Sampai kapan penindasan ini terjadi? Kenapa yang berkuasa selalu menggunakan kekuasaan mereka untuk menindas? Apakah kami tidak berhak untuk hidup damai? Skyark, tempat para bangsawan dan orang-orang kaya hidup aman, damai, dan sejahtera tanpa harus khawatir akan serangan para Rimeyk. Tempat yang jauh di luar angkasa sana, membentuk sebuah kehidupan dan tatanan hidup yang baru. Sedangkan bumi ini, hanya tinggal menunggu beberapa tahun lagi sampai benar-benar kehilangan cahayanya. Lalu bagaimana dengan yang masih tinggal di sana? Entahlah, mungkin hanya bisa merasakan keputusasaan dan menghabiskan sisa hidupnya dengan menjalani kehidupan seperti biasa. Rimeyk... Andai saja mereka tidak datang ke bumi. Mungkin saat ini kami tidak perlu hidup dalam rasa takut. Akankah masih ada kekuatan yang bisa mempertahankan secercah cahaya bumi yang hampir redup ini?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan