Siblings: Enam Bersaudara

Siblings: Enam Bersaudara

  • WpView
    Reads 168,042
  • WpVote
    Votes 15,394
  • WpPart
    Parts 83
WpMetadataReadComplete Sat, Sep 6, 2025
Bapak Yudi Mahadi mengajarkan anak-anaknya bagaimana tumbuh menjadi anak yang baik dan saling membantu satu sama lain. Namun, disetiap kebaikan yang mereka ciptakan, selalu saja ada masalah yang mereka tidak pernah inginkan. Meski begitu, keenam saudara itu tetap belajar, bertumbuh, dan memberi arti bagi satu sama lain, sampai saat semuanya tidak pernah sama lagi. written by lavidamys
All Rights Reserved
#5
kimjaehee
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kami Tumbuh Dari Ledakan
  • DIARY SAKURYO [✔]
  • THE KALINGGA
  • It's You! [CheolHan] ✓
  • My Baby Sitter 『YuSion』✔️
  • Pelukan untuk Sagara {On Going}
  • Daikirai (Happiness To Sukuna)
  • RYUZIE
  • Selamat Pagi, Sakala

Di sebuah rumah yang lebih sering berisik oleh bentakan daripada tawa, tiga anak tumbuh dari puing-puing cinta yang retak. Ara, si sulung yang belajar menjadi atap saat bapaknya lebih sering pergi ketimbang tinggal. Rei, anak tengah yang mencoba menjadi lelaki tanpa pernah punya contoh. Dan Zea, si bungsu yang bersembunyi di balik boneka bermata satu sambil bertanya dalam hati: "Apa semua rumah seperti ini?" Saat rumah yang dulu mereka sebut "pulang" tak lagi memberi tempat, satu per satu dari mereka harus memilih: tinggal dalam reruntuhan, atau membangun sendiri pondasi baru-meski dengan tangan gemetar. Ini bukan kisah keluarga yang sempurna. Ini kisah tentang bertahan meski tidak utuh, tentang anak-anak yang tak ingin mewarisi luka orang tuanya. Dan tentang keberanian untuk berkata: "Ledakan itu berhenti di sini." Karena tumbuh dari kehancuran... bukan alasan untuk mencintai dengan cara yang menyakitkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines