
Vegar Kalandra hidup seperti musim dingin yang menolak mencair. Ia memimpin, bergerak, dan bernapas dengan cara yang membuat semua orang berpikir ia sudah selesai dengan konsep "bahagia." Sorot matanya tajam, lalu matanya yang indah tetapi penuh kekosongan yang hampa lalu langkahnya tenang, dan setiap keputusan yang ia buat selalu presisi-seolah hidup ini cuma soal efisiensi, bukan perasaan. Tapi diam-diam, jauh di dalam dirinya yang beku, ada ruang kosong yang tak pernah ia akui. Sebuah kekosongan yang bukan minta dirayakan, hanya ingin diakui keberadaannya. Orang-orang melihat Vegar sebagai ketua OSIS sempurna: dingin, tak terjamah, sulit dipahami. Namun mereka tidak pernah tahu bahwa Vegar bukan tidak bisa bahagia... ia hanya tidak tahu bagaimana cara membiarkan kebahagiaan mendekatinya, seolah kebahagiaan itu menjauhinya. Dalam perjalanannya menjalankan tugas, menghadapi murid baru, mengurus kekacauan sekolah, serta memimpin organisasi yang menuntutnya kuat setiap saat-Vegar dipaksa berhadapan dengan satu pertanyaan yang selama ini ia hindari: Bisakah seseorang yang menutup diri serapat itu benar-benar menemukan kebahagiaan? Atau... kebahagiaan memang tidak pernah ditakdirkan untuknya? Cerita ini mengikuti perjalanan Vegar-bukan untuk menjadi lebih hangat, tetapi untuk mengerti dirinya sendiri. Dan di sepanjang jalan itu, ia akan tahu: kadang kebahagiaan bukan soal menemukannya, tapi soal berhenti melarikan diri dari darinya. gue cmn nmbhij dkitt💃💃 8-)All Rights Reserved
1 part