Pertiwi : The Root

Pertiwi : The Root

  • WpView
    Reads 355
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 14, 2024
Hari itu di Kota Pertiwi, semuanya berlalu seperti biasa dan normal, langit biru cerah, burung berkicau, orang-orang bekerja, anak-anak pergi ke sekolah, semua sangatlah normal pagi itu. Namun semuanya berubah ketika langit yang terang itu seketika menjadi gelap gulita, tanah bergetar menumbuhkan beberapa sosok pohon yang terbuat dari daging segar yang berdetak, melahirkan sosok mahkluk hidup lain yang hanya memiliki tujuan untuk melakukan genosida terhadap seluruh mahkluk di bumi. Bertahan atau Terinfeksi... Hanya ada dua pilihan, mati sebagai manusia atau mati sebagai monster... ______________ Update setiap Sabtu! ______________ Jangan lupa tekan like untuk mendukung author menyelesaikan AU ini, ya! Meniru cerita adalah plagiarisme yang sangat melanggar dan menjijikkan, jadi mohon hormati kerja keras author, saya menerima kritik dengan saran dari para readers semua, terima kasih!
All Rights Reserved
#203
survival
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • END OF THE WORLD || ☢️SEGERA TERBIT☢️
  • Zombie Hunter : The Lost City
  • THE MALE LEADS ARE TRAPPED IN MY HOUSE
  • Dedarah 「END」
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • OutbreaK (Wattys Winner 2018)
  • No Title
  • Ibu Peri
  • Start From Beginning

Hidup Putra seharusnya berjalan biasa saja sekolah, teman, dan tugas-tugas yang menumpuk. Tapi semua itu lenyap dalam satu hari, ketika dunia runtuh tanpa peringatan. Wabah misterius menyerang. Orang-orang berubah menjadi makhluk buas tak berakal disebut zombie. Kota lumpuh. Sekolah terkunci. Sinyal hilang. Dan satu-satunya pilihan adalah bertahan... atau mati. Di tengah kekacauan, Putra terjebak bersama teman-teman yang dulu terasa seperti keluarga-sekarang menjadi cermin dari ketakutan, ego, dan luka masa lalu. Bersama, mereka melarikan diri dari sekolah menuju hutan, hanya untuk menemukan bahwa bahaya tidak hanya datang dari zombie , tetapi juga dari manusia lain... dan dari dalam diri mereka sendiri. Kepercayaan diuji. Pengorbanan tak bisa dihindari. Dan pertanyaannya berubah: Bukan lagi "bagaimana cara bertahan hidup?" tapi "apa yang akan kau korbankan agar tetap hidup?" Ini bukan sekadar akhir dari dunia. Ini adalah awal dari siapa diri mereka sebenarnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines