Kanvas Berwarna

Kanvas Berwarna

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 8, 2024
Kala itu, aku menatap langit yang sebentar lagi akan menjatuhkan isak tangisnya. Jangan nangis dong langit! nanti aku ga bisa pulang, gumamku. Sore itu aku sendirian di depan gerbang sekolah, ku goyangkan kaki-kaki yang beralaskan sepatu pantofel itu. Sesaat, aku mendongakan kepalaku. Pada saat itu, semestaku terpaku pada dua mata yang ingin aku lihat selalu. Senyumnya yang indah, matanya yang tajam, dan kulitnya yang membuatku terpaku pada indahnya sawo matang. Ia menatapku, sungguh indah sekali. Sejak itu, dunia kami berjalan bersama berdampingan. Namun, tiba-tiba semua terlihat berantakan ketika ada seseorang yang memintaku untuk menjadi 'calon menantu', dan ia yang memilih berjalan sendiri karena alasan ekonomi. Akankah aku bisa membujuknya?akankah memang kita ditakdirkan berjuang untuk bersama?akankah hubungan kita pantas untuk masih kita genggam bersama? ~laafi, 8 Mei 2024
All Rights Reserved
#87
semesta
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Maria Broken Heart To My Love(Slow Update)
  • Dia Arsen (END)
  • Love Zano (Lanjutan dari Single Father) ✔
  • RATAPAN ANGIN
  • Hidden Love
  • Om, Ayo Nikah!
  • WAITERS
  • ADEUS
  • ALZEA : FEATURED SOULS [END]

Mengapa? cinta datang jika hanya untuk menyakiti, lalu pergi dan meninggalkan luka yang sangat dalam di lubuk hati. Haruska aku egois demi cinta? Pantas kah? Aku mendapatkan dia yang nyaris sempurna, dengan seorang gadis nakal yang selalu bolos dan bobby dugem sepertiku. Jawabannya jelas tidak! Karena dia yang kucintai. Memilih pergi dan menikah dengan wanita lain, tanpa mau berjuang bersamaku. Dia menyakitiku bertubi- tubi. Dimana aku menyaksikan dirinya bersanding dengan wanita lain di atas pelaminan. Memang aku yang terlalu bodoh, karena menyimpan rasa cinta kepada kakak tiriku sendiri. Sudah pasti cinta ini berakhir sia- sia. Aku sudah cukup berjuang untuk meyakinkan dirinya bahwa aku sangat mencintainya. Tapi dia tetap memilih pergi. Saat itu hatiku sangat hancur membuatku nyaris gila dan putus asa! Akhirnya! Semua kenakalan yang tidak lagi kuperbuat selama mengenalnya, kini kembali kulakukan. Tiada lagi hari- hari indah yang kulalui semua terasa hampa. Di sekolah hukuman kembali menjadi candu bagiku. Sampai seseorang membuatku kembali bangkit dan membuat hidupkku kembali berwarna. Dia adalah......

More details
WpActionLinkContent Guidelines