Zea untuk Reyvan

Zea untuk Reyvan

  • WpView
    LECTURAS 3
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, dic 9, 2025
Kata orang, Zea adalah gadis paling beruntung karena bisa berpacaran dengan Reyvan-sosok populer, hangat, dan selalu terlihat sempurna di mata banyak orang. Namun tak ada yang tahu, justru Reyvan-lah yang paling beruntung. Setelah bertahun-tahun kehilangan jejak Winzea Putri, ia tak pernah menyangka takdir akan membawanya bertemu lagi dengan satu-satunya gadis yang selalu memenuhi ruang ingatannya. Bagi Reyvan, nama Winzea Putri bukan sekadar kenangan masa kecil. Itu adalah luka, penyesalan, sekaligus harapan yang tidak pernah hilang. Mereka dulu bersahabat dekat sejak kecil, sampai sebuah kejadian tak terduga di usia 13 tahun membuat Zea tiba-tiba menjauh. Tanpa penjelasan, tanpa kata perpisahan-lalu menghilang dari hidup Reyvan. Kini, ketika takdir mempertemukan mereka kembali, Reyvan bertekad untuk tidak melepaskan Zea lagi. Meski Zea terus mencoba menjaga jarak, menolak kedekatan, Reyvan justru semakin sulit untuk melupakannya. Karena bagi Reyvan... menemukan Zea kembali adalah keberuntungan terbesar dalam hidupnya. Dan ia siap melakukan apa pun untuk membuat Zea tetap berada di sisinya-kali ini, untuk selamanya..
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Tsundere Maniak Susu
  • GRAVARENZO
  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GHAIKA (REVISI)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran
  • EVANESCENT

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido