Tentang si Bungsu

Tentang si Bungsu

  • WpView
    LECTURES 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication sam., févr. 15, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
Ini bukan tentang anak ke berapa yang paling berat beban dan tanggung jawabnya, melainkan tentang si bungsu dengan segala luka dan kekecewaannya terhadap semua yang terjadi. Kehilangan masa jaya orang tua, kehilangan sosok ibu di usia delapan belas tahun. Semua beban ditanggungnya sendirian, dan dengan segala kegagalan yang harus di terimanya.
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • NESTAPA [On Going]
  • ALWAYS YOU
  • 7. Titik Terakhir Senja
  • Fei 2: A Step Forward
  • acalapati
  • Is It Home ?
  • Dream Note
  • Throwback Time [END]
  • Magnificent Journey [COMPLETED]
  • ZEANDRA AXIO

"Nestapa" kisah tentang seorang anak perempuan yang terlalu cepat memahami arti retak. Kiara lahir di rumah yang dulu dipandang sempurna. Rumah yang hangat, rapi, dan sering dijadikan contoh oleh orang-orang di sekitarnya. Sebagai anak perempuan pertama dan cucu perempuan pertama, ia tumbuh dengan bahu kecil yang sudah dibiasakan menanggung harapan. Ia belajar tersenyum lebih dulu sebelum mengeluh. Ia belajar mengalah sebelum meminta. Namun kesempurnaan itu tidak abadi. Ketika ayahnya berubah, suara yang dulu menenangkan menjadi meninggi, tangan yang dulu melindungi berubah menyakiti, dan kesetiaan perlahan tergantikan oleh perempuan lain. Kiara tidak hanya kehilangan figur, ia kehilangan rasa aman. Sejak saat itu, rumah bukan lagi tempat pulang, melainkan ruang yang penuh kehati-hatian. Kiara tidak pernah benar-benar menangis di depan siapa pun. Ia hanya menyimpan. Maka ketika Naren datang di masa SMP-nya dengan perhatian yang tulus dan kedekatan yang tumbuh tanpa diminta, Kiara tidak serta-merta membuka diri. Ia menyukai, tapi ia takut. Ia dekat, tapi ia menjaga jarak. Trauma membuatnya percaya bahwa mencintai terlalu dalam hanya akan berakhir seperti yang ia saksikan di rumahnya sendiri. Dan ketika fitnah memisahkan mereka, ketika Naren memilih melepas dengan alasan yang terasa janggal dan menyakitkan, Kiara kembali pada satu hal yang paling ia kuasai: diam. Di situlah nestapa itu tinggal. Bukan dalam jerit, bukan dalam amarah yang meledak. Melainkan dalam senyum yang tetap terpasang, dalam langkah yang tetap berjalan, dalam hati yang pelan-pelan belajar menanggung sendiri. Nestapa bukan sekadar kesedihan. Ia adalah perjalanan seorang anak perempuan yang dipaksa dewasa oleh luka, yang tetap berdiri meski tidak pernah benar-benar utuh.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu