The Cronies Love

The Cronies Love

  • WpView
    Reads 115
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 10, 2024
Carissa divonis mengidap penyakit kanker kronis, yang baru diketahuinya ketika ia mengecek kesehatan. Namun, dia merahasiakannya dari orang-orang disekitarnya. Dia memilih untuk tetap diam, dan berjuang melawan penyakitnya sendiri. "Entah bagaimana penyakit ini membawaku pergi, tapi aku harap aku masih bisa disini untuk waktu yang lama" -Carissa Dameetha Putri Anjani "Aku pernah diberikan waktu yang lama, namun aku tidak mempergunakannya dengan baik" -Raffasya Dhanurendra "Meskipun begitu, aku berharap agar suatu saat nanti kita akan bertemu di kehidupan selanjutnya" -Carissa Dameetha Putri Anjani "Pada akhirnya, hanya tersisa penyesalan yang mendalam setelah waktu yang ditentukan berakhir" -Raffasya Dhanurendra
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Diksi Matahari ⛅ (TAMAT)
  • Alby, Jangan Nangis
  • Love or Life
  • GHAZI ~ (END)
  • Misunderstand
  • Terima kasih Ravindra
  • Epiphany - Lee Jeno [SELESAI-REVISI]
  • Twins; Jevan-Nevan [TERBIT]
  • Dream a girl(END)
  • the Edge.

" Dalam upaya ku melupakanmu ternyata gagal, jujur bertemu denganmu kembali bukanlah wishlist lagi dalam hidupku. Kamu memang melukaiku, tapi aku tidak pernah merasa terluka. Mencintaimu mungkin akan bertahan seumur hidupku dan kini aku mulai terbiasa dengan itu. Menanggis bukan lagi sesuatu yang baru, ada banyak trauma dalam hidupku. Tapi jujur aku sangat kecewa, bila ternyata namamu ada dalam daftar itu. Senang bisa melihatmu kembali dalam hubungan kita yang pura - pura lupa. Tapi aku tau satu hal yang kamu tau, bahwa kamu tau aku benar - benar sakit sekarang " ~ Raineiza Danula Nutallu -----------------++++ " Semua sudah jauh berlalu, kapal itu sudah karam Do. Tidak ada satupun nahkoda yang akan mampu mengemudikannya lagi dan tak ada satu pun seseorang yang bisa memperbaikinya. Kapal itu sudah tenggelam terlalu dalam, ia sudah mati bersama dengan gelapnya lautan," " Maaf Za, untuk kesekian kalinya. Tapi apa kamu yakin telah melupakanku. Aku gak percaya Za, kalau emang iya. Coba sekarang kamu tatap mataku," ucapnya. Ia mendekatkan wajahnya ke arahku dan mencoba membuatku menatapnya. Itu membuatku sangat tersiksa dan membuatku seketika menanggis. " Kamu gila," bentakku dan seketika aku mendorong tubuhnya hingga terdorong ke belakang. " Berhenti melakukan hal gila Neddo, aku memang masih cinta sama kamu bahkan tidak kurang sedikit pun sejak dulu dan tiada satu hari pun dalam hidupku tidak ku lakukan untuk tidak berusaha melupakanmu. Jadi menjauh lah dariku, karena meski perasaanku sebesar itu. Aku tidak pernah berharap untuk bisa kembali bersamamu dengan alasan apapun itu," bentakku. Aku yang masih menanggis berjalan menjauh meninggalkannya yang kini masih diam membisu di tempatnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines