We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
OXYGEN
  • WpView
    Reads 889
  • WpVote
    Votes 566
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 22, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Slice of Life
Slow Burn
Tragedy
Dunia ini seperti sebuah tempat menyesakkan tanpa udara. Tidak perlu bersusah payah mencari tabung oksigen, Yeira lebih memilih untuk bertahan hidup dengan napas pendek. Berlindung dari kata kuat, ia selalu saja menangis; menangisi dirinya, menangis hingga air mata kering, menangis hingga bingung akan apa yang harus ditangisi. Yeira sudah berniat kabur daripada harus terus menangis demi menghilangkan perih. Akan tetapi, tiba-tiba saja tabung oksigen terlempar mendekat dan memaksanya untuk bernapas lega di tengah tekanan. __________ 20 Juli 2024 PINIPYNIMO
All Rights Reserved
#17
oxygen
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Biarlah: Sebuah Kisah Tentang Sunyi dan Luka"
  • When Two Hearts Collide
  • Bye, Helios!
  • Kanvas Sunyi Kenangan [TERBIT]
  • [HIATUS] Between Obsession And Love
  • attention | 00 line
  • DREAM ✓
  • Miracle of Survival [END]

Hidup adalah panggung, dan setiap orang mengenakan topeng. Beberapa topeng begitu sempurna hingga bahkan pemakainya lupa wajah aslinya. Tawa bisa menjadi tirai, senyum bisa menjadi ilusi, dan kata-kata "Aku baik-baik saja" bisa menjadi kebohongan yang paling menyakitkan. Ini adalah kisah tentang seseorang yang menjalani hari-hari seperti biasa, seperti semua orang lainnya. Ia tertawa bersama teman-temannya, membantu keluarganya, mengisi waktunya dengan hobi, dan menjalani hidup seperti yang seharusnya. Tapi di balik semua itu, ada kehampaan yang tak terjelaskan, ada luka yang tak terlihat, ada pertanyaan yang tak pernah terjawab. Bagaimana rasanya hidup tanpa benar-benar merasa hidup? Bagaimana rasanya berjalan di dunia ini, tetapi tidak pernah benar-benar berpijak? Dan bagaimana jika, suatu hari, semuanya terasa terlalu berat untuk dilanjutkan? "Biarlah" bukan hanya sebuah cerita. Ini adalah perjalanan di antara cahaya dan kegelapan, kebahagiaan yang palsu dan kesedihan yang nyata, antara eksistensi dan kehampaan. Ini adalah kisah yang mungkin terlalu dekat dengan kenyataan-dan mungkin, terlalu sulit untuk diabaikan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines