I.D.U
  • WpView
    Reads 118
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 28, 2026
Berpisah dengan rasa rindu yang tertinggal akan terasa lebih baik daripada pertemuan yang penuh air mata. Dilupakan adalah hal yang biasa. Meski begitu, mengapa rasanya berat? Diantara kita yang sudah tumbuh berjauhan, mungkin hanyalah kesalahpahaman. Sebagian diriku masih ingin memilikimu dan sebagian diriku mengatakan melepaskan juga bagian dari mencintai karena aku mencintaimu, kata-kata cinta seolah tidak cukup. Memang sangat disayangkan, tapi beginilah kita. Berpisah tanpa sepatah katapun. Kita hanyalah dua orang yang gagal, kamu gagal memahami caraku mencintaimu, dan aku gagal memahami caramu ingin dicintai. Kita dan segala rasa sakitnya. Jika kita bertemu saat kita lebih dewasa, akankah kita memiliki hubungan yang lebih dewasa? Jika kita bertemu saat hidup kita lebih stabil, akankah hubungan kita lebih stabil? Jika kita memulai hubungan kita sedikit terlambat, akankah hubungan kita berakhir sedikit terlambat? . . . . . . . . 10, May 2024 #Fyi, revisi kalau dah tamat (:
All Rights Reserved
#101
breakup
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Let Me In (COMPLETED)
  • MY SAFE PLACE
  • Break Up? || gxg
  • When Love is Breaking
  • HE IS MY MINE!
  • Hopeless
  • I Don't See This Love Ever Ending [Completed]
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • WITH YOU | END
  • 1.3 | lines ✓

Satu... dua... tiga... Hanya dalam hitungan tiga detik, dia mampu membiusku dengan auranya yang begitu mempesona. Saat itu, aku masih remaja, terlalu muda untuk memahami perasaan yang tiba-tiba menguasai hatiku. Yang kutahu, dia adalah wanita tercantik yang pernah kulihat. Aku tidak mengenalnya. Aku bahkan tidak tahu namanya. Namun, senyumnya yang samar dan tatapan matanya yang penuh pesona masih terukir jelas dalam ingatanku. Sejak pertemuan singkat itu, waktu terus berjalan. Sebelas tahun berlalu, dan aku mencoba meyakinkan diriku bahwa itu hanya obsesi masa muda-bahwa aku seharusnya sudah melupakannya. Tapi takdir punya rencananya sendiri. Ketika akhirnya aku melihatnya lagi, dia bukan lagi sosok dalam bayanganku. Dia nyata. Dia ada di hadapanku, sama seperti dulu... namun juga berbeda. Kini, aku dihadapkan pada satu pertanyaan besar: Apakah aku cukup berani untuk mendekatinya kali ini? Ataukah aku akan kembali membiarkan kesempatan itu berlalu begitu saja? Start : 1 Juni 2024 End : 27 November 2024

More details
WpActionLinkContent Guidelines