Pesona Mas Mayor [End]

Pesona Mas Mayor [End]

  • WpView
    Membaca 166,337
  • WpVote
    Vote 7,300
  • WpPart
    Bab 45
WpMetadataReadDewasaLengkap Kam, Sep 18, 2025
WpInfo
Fiksi
Romansa
Tentang kegresekan gadis belia yang mengejar cinta sang pria. _____________ "Ngapain tadii gendong-gendong? Malu tau!." "Nggak apa-apa. Hitung-hitung buat ganti angkat beban yang nggak seberapa buat saya." "Jadi Sena itu beban?" Sungut Sena menginterogasi Teddy yang mendadak tergugu. "Beban di pikiran saya. Karena kamu terlalu cantik, hingga buat pikiran saya kacau akhir-akhir ini." Rating (18+) NB: Budayakan vote sebelum baca ya senggg
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • Casual Heart
  • Berjuang Demi Cinta Abu
  • aku atau dia? || Fenly Un1ty ||
  • Leona[Hiatus]
  • ANTARA BENCI TAPI CINTA  (TAMAT)
  • DUDA TAMPAN
  • [SELESAI] Jika Tidak Denganmu. Maka Tidak Dengan Orang Lain [Season 1 & 2]
  •  ꔋh⍺t 𝘚𝘰𝗆ᥱ𝘰ᥒᥱᥫ᭡ (𐒨𝘰𝗆рᥣᥱtᥱ𝖽)✓
  • AJUDAN PAPA

"Semua keinginan gue, gak pernah jadi kenyataan. Itu cara kehidupan menghukum gue." *** Aga, atau lebih lengkapnya Airlangga Putra Senja. Pangeran bermata kelabu paling sempurna abad ini dengan tatapan menghangatkan namun sorot mata yang terlihat begitu lelah. Ia memiliki segala yang diinginkan oleh teman-temannya. Ketampanan.Kecerdasan. Kekayaan. Bahkan kebaikan hatinya. Kecuali satu, fakta bahwa ia tak lagi memiliki minat apapun di dunia ini bahkan terhadap hidupnya sendiri. He almost perfect... Namun Caca membencinya. Tapi tunggu, sampai Aga tiba-tiba saja selalu muncul di dekatnya. Apa yang harus ia lakukan? Dan bagaimana jadinya ketika bom waktu yang terpendam dalam mata kelabu itu akhirnya meledak? Ini adalah kisah bagaimana kata-kata yang tak kau anggap berarti, terkadang mampu mendorong seseorang hingga ke tebing keputusasaan. ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ "BENCI BANGET!" "Gue benci sama dia. TITIK. Jangan tanya alasannya kenapa kalo gak mau tuh luka gue bikin panjang sampe ke dagu, ngerti?!"

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan