Di rumah yang seharusnya terasa hangat, Christy dan Shani hidup seperti dua orang asing yang kebetulan tinggal di bawah atap yang sama. Tidak ada pertengkaran besar. Tidak ada kebencian yang terlihat. Hanya diam yang terlalu lama... sampai perlahan berubah menjadi jarak. Christy terbiasa menjalani semuanya sendiri. Ia berhenti berharap pada hal-hal kecil yang dulu diam-diam ia tunggu: meja makan yang ramai, pertanyaan sederhana, atau seseorang yang menyadari saat dirinya lelah. Sementara Shani bukan tidak peduli. Ia hanya terlalu terlambat menyadari bahwa menjadi ibu tidak selalu tentang menyediakan rumah, tetapi juga tentang tahu cara tinggal di dalam hati anaknya sendiri. Di luar rumah, mereka terlihat baik-baik saja. Namun setiap kali pintu rumah tertutup, mereka kembali menjadi dua orang yang tidak tahu harus memulai percakapan dari mana. Sampai sebuah kejadian memaksa mereka berhenti menghindar. Dan untuk pertama kalinya setelah sekian lama, mereka harus belajar menghadapi semua hal yang tidak pernah dibicarakan, tentang kecewa, kehilangan, rasa bersalah, dan arti keluarga yang sebenarnya. Karena kadang, yang paling sulit bukan mencintai seseorang. Tapi belajar menunjukkan cinta itu setelah terlalu lama hidup dalam diam. "Tidak semua keluarga hancur karena kebencian. Beberapa hanya perlahan retak karena terlalu lama saling diam."
More details