Only You [j.b]

Only You [j.b]

  • WpView
    LECTURAS 25,873
  • WpVote
    Votos 1,422
  • WpPart
    Partes 14
WpMetadataReadConcluida dom, oct 18, 2015
Terkadang Tuhan hanya mempertemukan kita, bukan menyatukan kita. Begitupun dengan kau dan aku, kita tidak bisa menyatukan sesuatu yang tidak bisa disatukan. Just remember, if you are my destiny, don't you worry 'cause everything's gonna be alright. Kalau kita ditakdirkan untuk bersama, percayalah, kita tidak hanya dipertemukan oleh Tuhan, namun juga dipersatukan oleh Tuhan. Copyright © 2015 by andbiebsxx All rights reserved. This story may not be reproduced or used in any manner whatsoever without the express written permission of the publisher.
Todos los derechos reservados
#84
justin
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Misunderstand
  • Called Destiny
  • Mistake Of Love
  • Be My Light
  • LELAH
  • SHIT HAPPENS [RE-PUBLISH]
  • Story Between Two "HOME"
  • Dear Justin (Prequel)
  • Catching Feelings • jb/nh
  • The Time That I Loved You -> K.J.I

Aku mencintainya, tetapi karena sesuatu aku pergi meninggalkannya jauh dari hidupnya. Karena kepergianku yang tiba-tiba, aku menyesal mengapa tak ku dengarkan dulu penjelasannya. Mengapa tak ku tanyakan dulu apa maksudnya. Entahlah ini kesalah pahaman yang fatal menurutku. Aku bersembunyi selama lima tahun darinya, guna menyembuhkan hatiku yang terluka dan kecewa. Mungkin sekarang ia sudah bahagia bersama kekasihnya yang baru, entahlah. -Carissa Sabiyya Dalisha *** To: Carissa Sabiyya Dalisha Teruntuk kamu, orang yang masih selalu menghantui tidurku. Kemana kamu pergi, Ca? Aku merindukanmu disini. Apa kesalahanku hingga kamu meninggalkanku seperti ini? Bahkan saat aku kerumahmu tak kutemukan siapapun disana. Tolong kembalilah, aku ingin kamu menjadi jodohku, Ca. Bukan bermaksud mendahului takdir Tuhan. Aku hanya mengusahakan kita kembali seperti dulu. Aku terlalu mencintaimu, hingga saat kamu pergi hatiku tak mampu mencintai siapa pun lagi. Ketahuilah bahwa sampai kapan pun kamu itu tetaplah kekasihku. Entah kapan kamu akan membaca dan membalas pesanku ini, tetapi satu yang harus kamu tahu bahwa aku akan tetap menunggu walau harus sepuluh tahun lagi ataupun seribu tahun lagi. Ku tetap menunggumu, Carissa. From: Fikhar Daneer Allam Copyright©2020 By Intan Wahyu Andini

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido