Memandang langit yang sama

Memandang langit yang sama

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 11, 2024
Suatu hari, ada 2 anak sd yang duduk bersebelahan dimeja kelas. Mereka bernama nana dan rian, mereka suka bertengkar dengan Hal-hal kecil seperti nilai, permen, dan hal hal lainnya, nana tidak ingin kalah dengan rian karena nana selalu rangking di bawah rian. setiap hari mereka selalu bertengkar, dan nana berakhir melukai rian dengan tidak sengaja, rian terluka di tangan kirinya, rian ke rumah sakit dan nana datang untuk menjenguknya.., nana membuka pintu dan datang melihat orang tuanya rian, mereka terlihat sangat menyeramkan, matanya, raut wajahnya, nana sangat ketakutan. orang tuanya langsung mengomel kepada nana dan berkata "bagaimana ini anak saya?!?! Tangannya terluka! bagaimana ia akan memainkan piano sekarang?!?!" Nana sangat menyesal dan meminta maaf kepada kedua orang tuanya rian dan juga rian, esok harinya nana mendapati kabar sedih dan juga bahagia, guru kelas nana berkata bahwa rian akan pindah sekolah keluar kota, nana pun merasa senang karena tidak ada orang yang bisa menyaingi nana lagi. namun nana pun sedih karena tidak bisa mengobrol dengan rian lagi, setelah 5 tahun berlalu, nana pun memasuki sma baru di kota bandung, disana ia melihat sosok seseorang yang ia tidak menyangka akan melihat.... baca cerita selanjutnya!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Maria Broken Heart To My Love(Slow Update)
  • PutriRaja
  • Is It Home ?
  • COMPLICATED
  • tiga tahun dalam diam
  • After Bad
  • Seana or Seano
  • FRIENDZONE
  • Pesan Singkat

Mengapa? Cinta datang jika hanya untuk menyakiti, lalu pergi dan meninggalkan luka yang sangat dalam di lubuk hati. Haruska aku egois demi cinta? Pantas kah? Aku mendapatkan dia yang nyaris sempurna, dengan seorang gadis nakal yang selalu bolos dan hobby dugem sepertiku. Jawabannya jelas tidak! Karena dia yang kucintai. Memilih pergi dan menikah dengan wanita lain, tanpa mau berjuang bersamaku. Dia menyakiti ku bertubi- tubi. Dimana aku menyaksikan dirinya bersanding dengan wanita lain di atas pelaminan! Memang aku yang terlalu bodoh, karena menyimpan rasa cinta kepada kakak tiriku sendiri. Sudah pasti cinta ini akan berakhir sia- sia. Bukan cuma itu karena kesalapahaman di antara kami. Membuat nya menjauh lalu memutuskan hubungan. Aku sudah cukup berjuang untuk meyakinkan dirinya bahwa aku sangat mencintainya. Tapi dia tetap memilih pergi. Saat itu hatiku sangat hancur membuatku nyaris gila dan putus asa! Akhirnya! Semua kenakalan yang tidak lagi kuperbuat selama mengenalnya. Kembali kulakukan, tiap hari tiada lagi hari- hari indah yang ku jalani semua terasa hampa. Di sekolah hukuman kembali menjadi candu bagiku. Sampai akhirnya seseorang membuat ku bangkit dan berusaha membuatku merasa hidup kembali. Dia adalah.......

More details
WpActionLinkContent Guidelines