Ada apa Meyra?

Ada apa Meyra?

  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 19, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Prolog • " Dasar anak gak berguna, nyesal saya besarin kamu" • "Bian ,aku ini pacar kamu Bi...tega banget sihh hahhh!!" • Tuhann capek gak kuat,izinin gue bahagia sedetik ajaa Tuhan, atau bawa gue pergi dari dunia ini • "apasih yang bisa mama banggain dari kamu hahhh jawab?" • "Dunia seakana berputar mengelilingi Ghea aja,a-aku kapan pah...aku kapan Bian MEYRA ZAFIRA ARABELLA Hidupnya turun drastis bak roler Koster yang terjun bebas kebawah, semenjak ayahnya membawa seseorang kedalam keluarga kecil mereka. mampukah Meyra melewati semuanya? Apakah akhir dari kisah Meyra akan bahagia seperti di film-film?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menyesal Telah Menyakitimu
  • 365 Lembar [END]
  • Toxic Love
  • DANADYAKSA
  • JEEVANA
  • DIKANESHA
  • DISA | broken
  • AZKARA dan KANIA (End)
  • Memorable

"Aku nggak mau susui bayiku, aku takut dia ketagihan dengan asiku, dan aku mau... mama dan papa mengaku kalau bayi itu adalah anak mama dan papa, anak kandung mama dan papa, dan bayi itu adalah adikku! Bukan anakku!"ucapnya amat tegas, mau tak mau, rela tak rela dan semua ini terjadi karena seorang pria bernama Bian yang sudah menyakitinya sebegitu dalamnya, memanfaatkannya, menipunya dan terakhir... pria itu mengkhianantinya, menduakannya dengan cara menikah lagi.... Jadi, wajar aja kan, Nina yang baru berumur 19 tahun, tak mau repot dan malu, mengaku kalau bayi merah yang baru dia lahirkan adalah anaknya! Tapi, bayi itu adalah adiknya! *** "memang apa yang kamu harapkan,? di cintai, di sukai olehku secara murni? sadar diri, Nina. Kamu hanya gadis kampung yang beruntung dinikahi pria kaya kota sepertiku! Berterimakasihlah pada tubuhmu, berkat dia aku sudi melirik denganmu." Nina hanya diam, tak membalas ucapan Bian, pikirnya tidak usah mengotori mulut untuk membalas ucapan jahat pria itu. Cukup menjauh, menghilang, agar tak melihat pria bajingan itu lagi, itu yang harus dia lakukan. sesegera mungkin!

More details
WpActionLinkContent Guidelines