acanthan

acanthan

  • WpView
    Reads 99
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 18, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
"lihat Saudara mu yng lain! mereka berprestasi! tidak membuat oner membangangkn orng tua! " baginya yng terbiasa di banding kn dengan saudaranya sendiri mendengar perkataan itu tidak lgii menimbulkan sakit meskii sesekali menangis dalam diam. "woii cupu! beresin nih sekalian buang sampahny awas aja lo masih bisa santai disni" "orang kaya lo memang pantes dapat teman " "mky gk usah belaguu jdii orng dasar babu " lampat laut perkataan mereka tak lgii berefek di hatii ny apa ini!? apakah ini yng di namakan matii rasa ternyata _ _ _ setelah matii rasa pun ia tetap merasakan pahit yng sulit di jelas kn mengapa begituu banyak orang yng membencinya? apa salah ny? dimana letak kekurangan ny? "urus diri lo sendiri " "gak usah manja " "aca. urusan abang bukan cuman kamu jangan egois ah, begitu ternyata dimata ketiga abang ny pun ia tetap terlihat manja dan menyusahkan, bagaimana ini? hati nya sdh tidak pecah berkeping-keping, ia tak lgii merasakan diriny sendiri harapannya_ _ _ sungguh sederhana, semoga bunda, dan para abang ² ny bisa menyayangi ny kembalii semoga kehidupan ny seindah cerita novel yng ia baca semoga keinginan itu dapat ia rasa kn sebelum ajal menjemput ny dengan paksa
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • HIRAETH ✔️
  • Breathe
  • ASAVELA KIARA
  • ALEYA~~
  • ABOUT ME : Aku Ingin Istirahat
  • Sakit 'Jiwa' (End)
  • Mengembalikan Ikatan Persaudaraan (End)
  • Paradise

Memendam kerinduan yang mendalam membekaskan luka kasat mata. ◻◼◻ Dunia ini terlalu berisik baginya. Seakan dibungkam untuk mendengar setiap perkataan mereka. Dipaksa menerima keputusan mereka. Ditekan agar mengerti pikiran mereka. Tapi tidak ada dari mereka yang mau memahaminya. Tidak ada yang mau mendengarkannya. Bahkan mereka seenaknya mengatakan apapun tentang hidupnya. Mengapa mereka tidak bertanya? Mereka hanya melihat tapi tidak mau mendekat. Membiarkan semuanya menguap sebelum mengecap. Kerinduan yang tidak mungkin dapat tercapai. Ada kepedihan dan duka di dalamnya. ◻◼◻

More details
WpActionLinkContent Guidelines