Copypast(e)

Copypast(e)

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Apr 15, 2025
Aku tidak tahu sejak kapan aku mulai senang menyendiri. Ditemani secangkir kopi rasanya sudah senang bertubi-tubi. Menyesapi hingga akhir tetesnya, membuatku lega. Seakan lukaku ikut terhabisi juga. Tidak, aku bukan perempuan yang tak butuh cinta. Awalnya aku perempuan yang butuh cinta. Rela melakukan segalanya demi cinta. Namun orang yang butuh ternyata mudah dibodohi. Mudah pula diiming-imingi sebuah janji. Hingga pada akhirnya, aku memutuskan untuk pergi. Tak percaya arti sucinya cinta lagi . Kopi menjadi satu-satunya tempat berbagi sekarang. Kopi yang selalu menunggu aku habisi, tanpa pergi sebelum aku suruh ia pergi. Cangkirnya tidak pernah meninggalkanku. Jika penatku, lelahku terobati, justru akulah yang meninggali. Sendiri bagiku cukup sekarang. Hanya butuh ditemani secangkir kopi berulang2, aku sudah girang. Lelah dengan sosok manusia, kalau minum sendiri sudah nyaman ,rasanya, buat apa berdua ????
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Secangkir kopi dan cerita ✔
  • Bertaut Rasa (Gratis)
  • MELANDERI ✅
  • Cinta Secangkir Kopi
  • The Chronicle of 35 year old woman
  • Secangkir Kopi Vanilla [Tamat]
  • The Journey of Miss What (completed)
  • Kopi & Deadline (On Going)
  • Lonte Vs Gigolo (The Coli Trilogi I) (End)
  • HATI YANG TERSAKITI

Cerita bisa dimana saja, salah satunya saat kita menikmati secangkir kopi sambil berbicara dengan siapa pun yang ada di dekat kita. Bagaimana jika tanpa sengaja, cerita justru dijabarkan kepada seorang barista bernama Gentala, yang juga meneruskan bisnis coffee shop milik orang tuanya bernama Koffein. Apakah kisah orang tuanya akan terulang kepada remaja 19 tahun yang tidak ingin kuliah, karena baginya mencari uang jauh lebih penting. Hingga ia bertemu Renata, gadis 18 tahun yang pusing karena masuk kuliah dengan jurusan yang tak sesuai dengan keinginannya karena dipaksa orang tua. Cerita mereka seperti apa? Ikuti kisah mereka, dan bagi yang sudah pernah baca karya saya berjudul KOFFEIN, LESS OR MORE YOU STILL NEEDED, ini sequelnya yang saya bikin mendadak. Selamat membaca! ⚠️ Don't copy my work Copyright Rianievy2022

More details
WpActionLinkContent Guidelines