My Love Secret, Hibatullah.

My Love Secret, Hibatullah.

  • WpView
    Reads 65
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Sun, Feb 9, 2025
Ketika seorang lawan jenis membuatmu kagum entah karena akhlaknya, ilmunya, atau kerja kerasnya. Maka belajarlah berfikir tentang bagaimana cara agar bisa sehebat dia, bukan bagaimana cara agar bisa memiliki dia. Kalimat itu melekat dalam fikiran Fatimah. Namun ujian perasaan datang, kala netranya bertatap dengan sosok pria dengan tinggi 180cm, gagah, berparas tampan, wangi, memakai jubah hitam yang selaras dengan gamis yang dikenakan Fatimah. Sebelumnya.. Fatimah berlarian kecil, ia tengah kejar-kejaran dengan Shofia, netranya pun tertuju pada Shofia yang beberapa meter di belakang Fatimah. Tanpa melihat kemana kakinya tertuju. /Brukk.. Fatimah menabrak seorang pria, buku buku yang dibawanya berjatuhan. "astagfirullah" ucap Fatimah spontan. "maaf..". 'seperti sosok yang ku doakan selama kurang lebih 7tahun.. beneran ada ya di dunia ini' batin Fatimah (sempat-sempatnya). "saya yang salah tidak memperhatikan jalan. Maaf". "kamu tidak apa-apa? Ini buku-buku milikmu" ucap pria itu, seraya mengambil buku yang nasibnya berjatuhan itu dan menyerahkan pada Fatimah. "Nggak apa-apa, terimakasih.. dan maaf sekali lagi" netranya menatap rumput yang di pijaknya. "Tidak apa. Lain kali hati-hati ya" ucap pria tampan itu. "iya, saya permisi, assalamualaikum". "waalaikumussalam". Lalu keduanya berpisah, dengan jarak waktu yang cukup lama. Fatimah pun menghampiri Shofia yang berada di belakangnya. "Kamu gapapa?" tanya Shofia. "aku malu, ga seharusnya nabrak orang". "Udah gapapa, kan ga sengaja. Oh iya 180cm, berwajah teduh, tampan. Seperti sosok yang familiar dalam buku diary mu?". Akankah keduanya di takdirkan bertemu kembali?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Imam untuk Gladysa✓
  • Satuan Takdir
  • She's Aisyah (COMPLETED)
  • Sailing With You [END]
  • Pahala Surgaku✓
  • Say Goodbye [ON GOING]
  • SERIBU HADITS✓
  • Ternyata Kamulah Lauhul Mahfudz Ku
  • Me Or Your Religion
  • She Is not Cleopatra

Gladysa Makmuma Al-Fath. Seorang perempuan yang selalu mengusik ketenangan seorang Imam El. Sudah menjadi rahasia umum bahwa Galydsa sangat membenci Imam, beda dengan kaum Hawa lainnya yang selalu memuji Imam bagaimana pun keadaannya. Yang satu kalem, yang satu cerewet. Yang satu tenang, yang satu emosian. Yang satu bodo amatan, yang satu selalu nyinyir. Yang satu adem anyem, yang satu selalu kepanasan. "SUMPAH! GUE BENCI BANGET! KENAPA PAPI GUE NAMAIN GUE ADA MAKMUMNYA?!" "Lo emang tercipta buat jadi makmumnya Imam, Sa." "NAJIS!" Imam itu alim, tenang, ketua hadroh, pengurus rohis, ketua OSIS. Para fansnya kalo ngeliat dia rasanya udah kayak tiduran di ubin Masjid. Adem banget, apalagi kalo habis ngerjain soal MTK. Beda lagi kalo Gladysa yang ngeliat Imam, bawaannya panas mulu. "Senyum mulu, sok cool pula! Dih, amit-amit. Sok kegantengan banget! Gantengan juga Papi gue. Alay banget, tuh, cewek-cewek! Dasar tukang caper!" Hingga suatu kejadian membuat Gladysa ingin hilang dari muka bumi ini, terlebih kedua orang tua mereka amatlah dekat. ×××× "Info! Cewek kalo ultah biar seneng dikasih apa?" "Qobiltu." Imam tersenyum kecil. "Lo ngode? Tapi, kan, gue udah ngucap qobul." "Lo ketagihan gue halalin?" Satu lagi tentang Imam, cowok itu selalu iseng dengan orang-orang tertentu. Yang satu tukang ngisengin orang, yang satu tukang salting ala-ala dedemit. "Ketika jatuh cinta pilihannya hanya dua. Bersatu dalam akad atau berpisah dalam taat."

More details
WpActionLinkContent Guidelines