In His Cage

In His Cage

  • WpView
    Reads 640
  • WpVote
    Votes 82
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, May 28, 2024
In His Cage [Di Dalam Kandangnya] Deskripsi Singkat: Cinta seorang pria yang mengikat seorang wanita hingga membelenggu kebebasannya dari dunia yang selama ini dia kenal, dunia itu menjadi suram dan jauh untuk digapai kembali. Cerita yang intens dan penuh emosi. Kesetiaan dan pengendalian dalam hubungan Sophia dan Edward sangat kuat, tapi juga sangat gelap. Kekuasaan yang dimiliki Edward atas Sophia begitu besar sehingga membuatnya merasa tidak berdaya. Sepertinya Sophia merasa terjebak dalam hubungan yang tidak seimbang dan penuh dengan ketakutan. ***** LATAR CERITA Cerita dengan latar dunia masa depan dimana dunia tidak lagi terdiri dari berbagai negara namun terdiri dari berbagai distrik. Dunia dikuasai oleh para penguasa otoriter yang memerintah dengan tangan besinya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Don't Escape: Look At Me, Your Devil Angel
  • Trapped Rabbit [ 21+ BL Series]
  • Dunia Davin
  • Broken Trust
  • Menjaga Monster
  • A Crown Between Two Suns | END
  • [ END ] Broken Shadow
  • Between Us (END)
  • Changing Antagonis (END)
  • Two Sadistic Side (POST ULANG)

"Merindukanku, sayang?" Suara itu. Senyuman iblis itu. Wajah yang tersenyum seolah tak berdosa yang pria itu tunjukkan membuat hati Renggana mendadak berubah menjadi remah roti yang siap hancur kapan saja. "Ba-bagaimana kau bisa ada disini?" "Itukah kalimat pertamamu untuk suamimu ini sayang? Setelah kau pergi begitu saja 3 tahun yang lalu?" "Kau bukan suamiku!" teriak Renggana emosi. Baginya, pria berwajah bak dewa itu bukanlah suaminya. Dia hanya iblis yang terkurung dalam tubuh manusia. Terdengar suara geraman dari mulut laki-laki tersebut. Rahangnya nampak jelas mengeras hingga otot wajahnya menegang. Gemertak gigi yang saling bergesekan seolah membuat seluruh syaraf tubuh Renggana mendadak mati. Perempuan itu benar-benar ketakutan. "Cukup Nana. Jika kau lanjutkan cara bicaramu yang seperti ini. Akan kupastikan hari ini semua temanmu akan menjadi tunawicara." Pias sudah wajah perempuan yang baru saja menginjak usia 24 tahun tersebut. Wajahnya pucat pasi karena tahu itu semua bukanlah sekadar ancaman saja. Apa yang dikatakan oleh Edzsel pasti akan menjadi kenyataan. "Kemarilah ... dan semua temanmu akan kubiarkan hidup dengan tenang." Tangan lelaki itu terulur kedepan. Menawarkan perlindungan pada istrinya yang masih terlihat ketakutan bahkan walau hanya berdekatan saja dengannya. Renggana masih diam terpaku dan memikirkan bagaimana caranya agar dia bisa selamat dari genggaman pria gila ini. Tapi mengingat nyawa kawan-kawannya menjadi taruhan, tak pelak membuat Renggana memilih untuk menyerah saat ini. Dia berjalan gontai mendekat kepada suaminya, yang kini sedang tersenyum penuh kemenangan sembari menatapnya. Terinspirasi dari lagu "Lily" Alan Walker. Nb: Sudah prnah kujelaskan di story sebelah ya (Kita: Judges), kalau aku itu gk terlalu like sm tipe manipulatif yg tdk terkalahkan. Jd di sini, protagonisnya emang bkn tipe yg diem2 bae di posesifin, oke? Aku gk suka kalau perempuannya lemah.😂 Ya ... dicoba baca dulu lah biar tahu:v Cover by Can

More details
WpActionLinkContent Guidelines