Aku tidak punya ide ingin meninggal seperti apa. Begitu yang Evelyn kira. Evelyn pikir manusia terlalu mempersulit kematian. Toh, jika sudah mati maka ceritanya juga habis kan? Apa susahnya mati? Lagi pula Evelyn hanya jiwa buatan yang disebut-sebut sebagai iblis gila pembawa bencana. Jika Evelyn mati, itu lebih menguntungkan bagi seluruh dunia. Tetapi setelah lama-lama hidup bersama cucu buyut Pahlawan bernama Razielle Rozenberg, pria itu malah lama-lama melarang Evelyn untuk mati. "Anda Rozenberg yang aneh. Saya sudah memberikan kesempatan agar Tuan Muda membunuh saya! Seharusnya Tuan Muda memenggal kepala saya!" Evelyn sudah bersikeras untuk meninggalkan dunia ini. "Kalau akhirnya semua makhluk mati. Maka seharusnya Nona Evelyn menikmati hidup Anda sampai mati bersama saya! Mari habiskan seluruh hidup Nona, bersama saya. Nona Evelyn, Anda boleh meninggal dalam pelukan saya." Tetapi Razielle sialan ini justru menarik Evelyn agar tetap terikat di dunia ini. "ARGH!!! KAU ROZENBERG SINTING!!! KENAPA KAU MALAH MELAMARKU, DASAR PANTAT SAPI!!!!" Kok seorang Pahlawan malah ingin merangkul sang Iblis gila sebelum mati? Mengandung: Cewek pecicilan zaman dahulu kala, Kata kasar, Adegan Sensualnya ada tapi gak sebanyak yang karya saya yang lain
More details