SEBUAH KANVAS PENUH LUKA

SEBUAH KANVAS PENUH LUKA

  • WpView
    Leituras 290
  • WpVote
    Votos 28
  • WpPart
    Capítulos 4
WpMetadataReadConcluída seg, abr 14, 2025
Di balik senyumnya yang polos, tersimpan luka yang dalam. Seorang anak yang seharusnya dilindungi, justru harus berjuang setiap hari dalam keluarga yang toxic-tempat yang seharusnya menjadi pelabuhan cinta, berubah menjadi medan perang penuh luka. Dia tumbuh di antara teriakan, penghinaan, dan pengabaian. Setiap kata pedas, setiap pandangan dingin, mengikis sedikit demi sedikit rasa percaya dirinya. Meski darah mereka mengalir sama, cinta tak pernah menjadi bahasa yang mereka pahami. Dia adalah anak yang "tak diinginkan", tapi bukan berarti tak berharga. Di tengah ketidakpedulian, dia belajar berdiri sendiri. Di antara racun kata-kata, dia berusaha menemukan arti kasih sayang yang sejati. Mungkin keluarganya tak memberinya tempat, tapi dunia ini luas-dan suatu hari nanti, dia akan menemukan orang-orang yang memandangnya sebagai berkah, bukan beban.
Todos os Direitos Reservados
#203
kasihsayang
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Perkara Rumpang
  • Not My Home (On going) Hiatus
  • 𝐒𝐞𝐫𝐩𝐢𝐡𝐚𝐧 𝐀𝐬𝐭𝐚𝐦𝐚𝐥𝐚│〚𝐓𝐀𝐌𝐀𝐓〛
  • HIDDEN I (The End)
  • ANGEL (END)
  • LUKA PUNYA CERITA
  • Kesedihan [SELESAI]
  • HOME FOR WOUNDS

Mungkin dari banyaknya irama tawa yang bersuara, ada setitik angan yang terbenam. Perkara rumpang yang masih terbalut sendu berdebu dalam rumah yang tidak nyata. Nyatanya ia tidak pernah benar-benar tahu bahwa cinta bukan sekadar sajak indah, dalam hidupnya yang ia yakini cinta tak akan pernah benar ada untuknya. Terbiasa bernaung dalam tempat gelap. Dia adalah lukanya sendiri juga obatnya sendiri. Mungkin dalam sedikit, hanya sedikit dia masih 'menunggu pulang' ************__ Tambahkan dulu ke library, update akan beriringan. Cerita ini dibuat berdasarkan apa yang terlintas di kepala. Tidak mencuri karya manapun. Tidak menormalisasi plagiasi.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo