SEBUAH KANVAS PENUH LUKA

SEBUAH KANVAS PENUH LUKA

  • WpView
    Reads 293
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadComplete Mon, Apr 14, 2025
Di balik senyumnya yang polos, tersimpan luka yang dalam. Seorang anak yang seharusnya dilindungi, justru harus berjuang setiap hari dalam keluarga yang toxic-tempat yang seharusnya menjadi pelabuhan cinta, berubah menjadi medan perang penuh luka. Dia tumbuh di antara teriakan, penghinaan, dan pengabaian. Setiap kata pedas, setiap pandangan dingin, mengikis sedikit demi sedikit rasa percaya dirinya. Meski darah mereka mengalir sama, cinta tak pernah menjadi bahasa yang mereka pahami. Dia adalah anak yang "tak diinginkan", tapi bukan berarti tak berharga. Di tengah ketidakpedulian, dia belajar berdiri sendiri. Di antara racun kata-kata, dia berusaha menemukan arti kasih sayang yang sejati. Mungkin keluarganya tak memberinya tempat, tapi dunia ini luas-dan suatu hari nanti, dia akan menemukan orang-orang yang memandangnya sebagai berkah, bukan beban.
All Rights Reserved
#24
keluargatoxic
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dandelion [TERBIT]
  • The Quiet Orchestra
  • Kesedihan [SELESAI]
  • 𝐒𝐞𝐫𝐩𝐢𝐡𝐚𝐧 𝐀𝐬𝐭𝐚𝐦𝐚𝐥𝐚│〚𝐓𝐀𝐌𝐀𝐓〛
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • LUKA PUNYA CERITA
  • Lucallen Adam
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Become an Extra or Main Character [END]

Bahagia Satu kata berjuta makna, salah satunya mendapatkan kasih sayang keluarga. Mungkin itu terlihat sederhana tapi tidak untuk dirinya. Disaat seorang anak lahir disambut bahagia namun berbeda untuknya. Dia ada tapi tak dianggap, dia ada tapi tak diharapkan. Dia hanyalah sebuah bayang-bayang, tampak tapi tak dihiraukan. Dialah Dandelion, sang penikmat luka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines