What's in your mind

What's in your mind

  • WpView
    Membaca 7
  • WpVote
    Vote 0
  • WpPart
    Bab 3
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Jun 6, 2024
banyak orang yang masih memaksakan sekelilingnya bisa mengerti opini mereka secara pribadi tanpa mempertimbangkan faktor yang sudah dilalui orang orang disekitar mereka itu berbeda. energi yang berbeda dari dua arah itu bisa menyebabkan pertikaian yang tidak akan ada ujungnya. sayangnya, banyak pula yang tidak menormalisasi perbedaan dan menuntut persamaan, sedangkan faktanya kita semua adalah kesatuan perbedaan. disini, author ingin memberi pandangan bahwa perbedaan dalam pola pikir itu adalah hal yang bisa dijelaskan dan merupakan hal yang wajar. untuk tercipta sebuah Harmonisasi yang indah saja, terdiri dari tangga nada yang berbeda. maka, tidak ada salahnya untuk membiarkan perbedaan membentuk sebuah Harmonisasi kehidupan yang ber-ekulibrium. mengingat, pola pikir itu memang sudah menjadi bahagian dari makhluk hidup bahkan berperan dalam peradaban manusia sehingga, kita semua perlu mengetahui bagaimana pola pikir seseorang itu terbentuk dan menjadi kesatuan kerangka berpikir individu.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#193
pelajaranhidup
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Tutorial Berpikir Benar untuk Pemula
  • Fantasy Boys
  • FEAR STREET
  • LOVE SENIOR AND JUNIOR
  • EVERNA Hikayat Everna - Senarai Legenda Fantasi
  • Auri, Cigarettes and Life
  • Cinta Dimensi Lain [ Taekook ]✓
  • Dibalik Layar
  • Don't  Fall  For  The  Golden  Boy  (DAENGSUNG/MYUNGNYANGZ)
  • AKSA [SELESAI]

Saat ada tsunami, kita nyari objek paling kuat untuk dipegangi. Karena kita berharap dengan memegangnya, kita bisa selamat. Saat berlayar di laut, melihat mercusuar adalah hal yang istimewa, karena dia penunjuk arah dan memberi isyarat bahwa kita sudah dekat dengan dermaga. Begitupun dalam berargumen, boleh saja kita ini awam, boleh saja kita ini bukan ahlinya, tapi kita wajib memegang referensi yang memiliki bukti valid terkait hal yang sedang dibahas, karena kita berharap adanya rasa aman setelah mengetahuinya. Kita juga bisa berargumen menggunakan referensi tersebut dengan baik tanpa emosi. Kenapa banyak orang yang tersasar di gurun lalu meninggal? Ya memang mereka kehausan dan kelaparan. Lalu apa alasan lainnya? Karena saat di gurun, mereka berpatokan pada gunung pasir tertinggi yang mereka lihat, kemudian mereka mencoba untuk menaikinya dengan harapan pandangan mereka jauh lebih luas dari sebelumnya. Tapi mereka tidak sadar bahwa sebelum sampai ke gunung pasir tertinggi itu, angin kencang telah menghembuskan pasirnya dan gunung yang dimaksudkan sudah tidak ada lagi, berpindah posisi ke tempat lain. Saat ia menuju ke gunung itu, angin berhembus kencang lagi, begitu seterusnya. Orang yang tidak bersumber pada referensi valid, ia seperti orang yang ada di gurun itu. Bedanya, orang di gurun mati fisiknya. Kalau dia, mati akalnya. Itulah gambaran yang bisa gw tulis untuk mengawali kata pengantar buku ini. Tanpa sumber referensi yang valid, kita akan terhembus kemanapun angin keributan itu berarah. Buku ini pastinya banyak kekurangan, karena ditulis oleh pemula. Karenanya, segala kritik dan saran yang membangun akan selalu ditunggu agar terpeliharanya ilmu pengetahuan yang bersih dan dapat diwariskan sebaik mungkin kepada generasi penerus bangsa (yang ga ada aplikasi tiktok di hapenya). Oh ya, gaya bahasa yang digunakan pada tiap bab akan berbeda, tergantung mood yang menyertai penulisnya.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan