Ne-am actualizat Ghidul de Conținut.
Consultă cele mai recente reguli pentru a continua să distribui povești în siguranță.
Află mai multe
Arwira
  • WpView
    LECTURI 49
  • WpVote
    Voturi 0
  • WpPart
    Capitole 2
WpMetadataReadÎn curs de desfăşurare
WpMetadataNoticeUltima publicare vin, mai 17, 2024
WpInfo
Ficțiune
Dragoste
Eticheteromance
" Lambung nya kuat minum susu ga ? " tanya Arwira pada Aulia yang sedang sakit kala itu, namun Aulia harus tetap menjalankan tugasnya untuk piket menjadi kasir di mini market sekolah pada hari itu. " kuat, kenapa ? " jawab Aulia dengan raut wajah yang sedikit kebingungan. Arwira meletakkan dua susu kotak diatas meja kasir mini market sekolah tepatnya didepan tempat duduk Aulia, " satu punya lo satu punya gue, jangan serakah. " Aulia sedikit bingung, namun Aulia paham maksud dan tujuan Arwira." Oh gini cara mainnya, oke deh gue masuk ke permainan lo hari ini. " Gumam Aulia di dalam hati.
Toate drepturile rezervate
Alătură-te celei mai largi comunități de povestiri din lumePrimește recomandări personalizate de povești, salvează-ți favoritele în biblioteca ta și comentează și votează pentru a-ți dezvolta comunitatea.
Illustration

S-ar putea să-ți placă și

  • Kopi & Deadline (On Going)
  • senior [END]
  • Don't Love for DEVIL'S (HIATUS)
  • Eat, Bread and Love (TAMAT)
  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • YES, BOSS ! (SELESAI)
  • FRIEND WITH BENEFIT (SELESAI)
  • troublemaker VS ketos! ✔
  • How to Survive

Bukan karena lambat bekerja, Ara lembur lagi bagai kuda. Ara duduk sendiri di cubicle, mata lelah, kopi sachet ketiga di tangan, layar laptop menyala dengan file yang hampir rampung. Ingatkan Ara sekali lagi bahwa kerjaannya 'hampir rampung'. Dia menatap layar, lalu menarik napas panjang, "Aku nggak tahu lagi ini kerjaan atau penyiksaan... Tapi besok pagi harus submit, kalau nggak... ya biasa, dapat teror halus dari atasan." Dulu waktu kecil, Ara selalu mengganggap orang yang pulang kantor sampai pukul 12 malam atau pagi buta adalah orang-orang keren. Iya keren, keren keramnya sebadan-badan. Ara menarik napas panjang untuk kesekian kalinya, "Aku gila deh kayaknya, masa dulu kerjaan kayak ginian aku bilang keren." Di sela kelelahan itu, Ara mengenang tempat ngopi yang pernah dia datangi dua minggu lalu-tempat yang jarang dia datangi sebelumnya, tapi entah kenapa, wajah sang barista masih lekat di kepalanya. Dia pernah bilang ke dirinya sendiri , "Aku nggak punya waktu buat cinta." Tapi sejak ketemu cowok itu... apa kalimat yang digaung-gaungkan Ara mulai retak? GA MENERIMA NAMANYA PENJIPLAKAN YA EGE, NYARI IDE ITU GA MUDAH‼️

Mai multe detalii
WpActionLinkLinii directoare referitoare la conținut