Merah, Lalu Putih.

Merah, Lalu Putih.

  • WpView
    Reads 1,007
  • WpVote
    Votes 121
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 23, 2024
WpInfo
Fanfic
Ledib heran dengan teman sekelasnya yang bernama Azre, ia selalu menyuruh-nyuruh Ledib untuk melaksanakan tugasnya yang kadang ringan kadang berat. Ledib lelah, tapi jika menolak pun ia akan terkena masalah yang serius. Namun, di sisi lain, itu adalah hal yang baik baginya. Ia bisa melupakan keluarganya yang kali ini lebih berantakan dari kamar yang disebut kapal ambruk oleh para Ibu. Rasanya ingin sekali ke luar dari zona merah itu. Namun, bagaimana? "Terakhir kali gue hidup ya, sebelum masalah-masalah datang terus bikin dada gue sesak." - Ledib Wijaya Wahyuda.
All Rights Reserved
#232
ytmci
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A R S E A N A
  • Tentang Azriel
  • Garvitara [END]
  • Eliinaa
  • Family Line
  • little Happiness for my lil sister
  • ADIKARA ELUSIF (END)
  • ABOUT US  (Completed)
  • Aku Disini Kak! [End]

••• Tentang Arseana yang sudah mati namun menemukan dirinya yang lain masih hidup di dimensi berbeda dengan kisah hidup yang masih sama. Entah kenapa dirinya disini sudah mempunyai anak dan istri, keluarga nya sendiri yang dia pikir hanya impian yang takkan pernah menjadi kenyataan. Tapi.. Takdir menyiapkan skenario berbeda dari harapannya, ke tiga anaknya membencinya. Benci karena sikap nya yang datar dan tidak berperasaan yang seolah memaksa mereka menjadi sosok sepertinya dan itu dimulai saat ibu mereka tiada. Cerita ini bukan hanya cerita Sean dengan segala masa lalunya tapi cerita Sean mendapatkan hati anak-anak nya kembali. Di dalamnya ada cerita persahabatan juga kekompakan taruna memecahkan misteri. Ada juga, cerita betapa konyolnya remaja SMA menjalani hari. Konfliknya? Mereka yang tak pernah membiarkan Sean pergi! ••• "Kau adalah aku. Dan. Aku adalah kau." "Tidak. Kau adalah kau. Dan aku adalah aku." ••• "Jangan berbicara. Seolah kau. Peduli!"-Alderic "Kau yang dulu tiada bersama ibu!."-Leandric "Jauhi adik adik saya! Tuan Sean."-Keandric ••• Itu yang cuma liat prolog aja ga baca cerita ini cukup tau sih 😠🫵

More details
WpActionLinkContent Guidelines