Sisi Tergelap Senja

Sisi Tergelap Senja

  • WpView
    Leituras 28
  • WpVote
    Votos 6
  • WpPart
    Capítulos 7
WpMetadataReadMaduroConcluída qui, set 12, 2024
Untuk dirimu di sana. Aku terpaksa melepaskanmu di hari itu. Karena, sudah tidak ada lagi jalan yang harus kita lewati bersama, kita saling salah untuk memahami bagaimana cara kita ingin di cintai. Semoga hadirku dulu di hidupmu bisa menjadi sesuatu yang akan kamu ingat di masa depan. Tidak perlu kata "kita" kembali, mungkin yang sekarang bagiku sudah cukup, dan untuk kedepannya mari berjalan terus meski ke arah yang berbeda. Karena, akan ada banyak cerita lagi di depan sana yang menanti kita. Hingga pada akhirnya, kamu dengan ceritamu dan aku dengan ceritaku.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • You're Here, But Not For Me
  • The Miracle Of Fate
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Cerita Tentang Kita
  • Full Of Scratches
  • KITA BERBEDA (antara Aku, Kamu, dan Tuhan)
  • Datang Untuk Pergi
  • Cahaya Dirimu
  • Love In Paris (COMPLETED)

Katanya, tatapan bisa bohong. Tapi kenapa setiap kali mataku dan matanya bertemu, jantungku selalu membocorkan semuanya? Aku yang diam-diam menyimpan perasaan, dan dia... entah menyembunyikannya, atau memang belum menyadarinya. Kadang aku berharap dia gak lihat. Tapi kadang juga kecewa waktu dia beneran gak lihat. Lucu ya? Dan aku? Aku tetap di sini. Setiap kali aku melihatnya, aku hanya bisa menatap dari kejauhan, menyembunyikan perasaan yang tak pernah terucap. Aku takut, jika aku mengungkapkannya, semuanya akan berubah. Jadi, aku memilih diam, menikmati setiap momen kecil yang bisa aku curi bersamanya. Aku sering bertanya-tanya, apakah dia pernah merasakan hal yang sama? Namun, aku terlalu takut untuk mencari tahu jawabannya. Karena jika ternyata tidak, aku harus siap menerima kenyataan yang menyakitkan. Aku tahu, ini bukan cinta yang sehat. Tapi bagaimana aku bisa berhenti mencintainya, jika setiap detik aku hanya memikirkannya? Aku mencoba untuk menjauh, untuk melupakan perasaan ini. Namun, semakin aku mencoba, semakin aku terjebak dalam perasaan yang sama. Seolah-olah hatiku menolak untuk melepaskan. Aku membayangkan bagaimana rasanya jika dia tahu perasaanku. Apakah dia akan menjauh, atau justru mendekat? Namun, semua itu hanya ada dalam pikiranku. Aku menulis tentangnya, tentang perasaanku yang tak pernah sampai. Menulis menjadi pelarianku, satu-satunya cara untuk menyalurkan perasaan ini. Karena aku tahu, aku tak akan pernah bisa mengatakannya langsung padanya. Aku hanya bisa diam dan menahan semuanya sendiri. Tapi mungkin, inilah caraku mencintai. Dalam diam, tanpa harapan, tapi penuh ketulusan. Aku tahu, mencintai dalam diam adalah pilihan yang menyakitkan. Tapi aku juga tahu, ini adalah satu-satunya cara agar aku tetap bisa berada di dekatnya. Meskipun hanya sebagai teman, aku sudah cukup bahagia. Karena setidaknya, aku masih bisa melihat senyumnya setiap hari.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo