"Bandung bukan hanya soal tempat, tapi juga perasaan. Setiap sudutnya menyimpan rindu yang tak pernah padam." . . . "Kak..." panggil Floreyn perlahan, suaranya sedikit bergetar. "Hm?" Askala menjawab sambil tetap memeluknya. "Terima kasih. Buat semuanya." Askala tersenyum tipis, lalu melepaskan pelukannya, meski matanya masih tertuju pada Floreyn. "Gue bakal selalu ada buat lo, Rayn. Gue janji."
More details